Makassar (Notif.news) – Munafri Arifuddin, politisi Partai Golkar yang juga calon wali kota Makassar terpilih, mengunjungi lokasi banjir dan korban di sejumlah kelurahan di kota ini pada Kamis (13/2). Banjir melanda sejumlah titik pemukiman warga di Makassar setelah hujan lebat yang mengguyur kota selama dua hari berturut-turut.
Berdasarkan data yang dihimpun dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) dan Dinas Sosial Makassar, banjir parah terjadi di empat kecamatan yang menyebabkan sekitar 4.301 jiwa harus mengungsi. Keempat kecamatan tersebut adalah Biringkanaya, Tamalanrea, Tamalate, dan Manggala.
Kecamatan Manggala tercatat sebagai daerah dengan jumlah pengungsi terbanyak, tersebar di 12 titik pengungsian. Di Kelurahan Manggala, pengungsi berada di sejumlah masjid dan fasilitas publik seperti Masjid Jabal Nur, Masjid Makkah Al Mukkarramah, serta beberapa masjid lainnya seperti Masjid Al Muttaqin dan Masjid Al Muhajirin.
Sementara itu, di Kecamatan Biringkanaya, pengungsi tersebar di lima titik, di antaranya Masjid Grand Rahmani dan Masjid Laylatul Qadar. Di Kecamatan Tamalanrea, pengungsi terkonsentrasi di Masjid H Sulaemana, dan di Kecamatan Tamalate, mereka mengungsi di Masjid Al Ikhlas.
Merespon situasi tersebut, Munafri Arifuddin bersama Aliyah Mustika Ilham, yang juga merupakan pasangan calon wali kota, langsung turun ke lapangan untuk menyalurkan bantuan kepada korban banjir di Kecamatan Manggala pada Kamis (13/2). Dalam kesempatan tersebut, Appi menegaskan bahwa langkah ini bukan semata-mata soal politik atau statusnya sebagai calon wali kota terpilih, melainkan murni sebagai bentuk kepedulian terhadap kemanusiaan.
“Ini soal kemanusiaan, saling membantu. Kami menyiapkan bantuan seperti sembako, selimut, dan obat-obatan untuk warga yang terdampak banjir,” ujar Appi saat menyerahkan bantuan.
Ketua DPD II Golkar Kota Makassar itu menjelaskan bahwa dirinya telah melakukan koordinasi dengan BPBD dan Dinas Sosial Makassar untuk memastikan data valid tentang jumlah pengungsi di empat kecamatan tersebut. Meskipun saat ini statusnya sebagai calon wali kota terpilih, ia menekankan bahwa upaya yang dilakukan masih sebatas koordinasi dengan pemerintah daerah dan OPD terkait.
“Saya masih sebatas koordinasi dengan BPBD dan SKPD terkait. Saya meminta data jumlah pengungsi banjir untuk memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran. Namun, untuk saat ini saya belum bisa mengambil keputusan lebih jauh karena wali kota aktif masih menjalankan tugas,” ungkapnya.
Appi juga menekankan bahwa yang lebih penting saat ini adalah memastikan masyarakat merasa tenang dan aman di tempat pengungsian sementara, serta memastikan bantuan yang disalurkan dari Bosowa dan dirinya sebagai pasangan MULIA (Munafri Aliyah) dapat memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak.
“Yang kami pikirkan adalah bagaimana membuat masyarakat merasa aman, dan memastikan bantuan sampai tepat waktu. Ini adalah bagian dari tanggung jawab sosial kami untuk membantu meringankan beban warga,” lanjutnya.
Saat ini, pemerintah kota Makassar bersama berbagai pihak terkait terus berupaya mengatasi dampak dari banjir yang melanda beberapa kecamatan. Selain itu, upaya pemulihan bagi korban banjir masih berlangsung dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat dan instansi terkait. (*)
