Makassar, Notif.news – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), H. Irwan Hasan, menuntaskan rangkaian kegiatan Reses Pertama Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2025/2026 dengan menyerap aspirasi kritis dari konstituennya di Daerah Pemilihan (Dapil) V (Mamajang, Mariso, Tamalate). Titik kedelapan atau titik terakhir reses kali ini, yang digelar pada Jumat (17/10/2025) di Jl. Dangko Lr. 31 RT. 003 RW. 004, Kelurahan Ballang Baru, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, menjadi wadah bagi warga untuk menyampaikan keluh kesah yang selama ini membebani kehidupan mereka.
Dalam suasana keakraban, politisi PPP yang dikenal merakyat ini mendengarkan secara langsung tiga isu utama yang menjadi fokus perhatian warga. Mulai dari carut marut data penerima bantuan sosial hingga masalah infrastruktur lingkungan yang mendasar, semua terungkap.
Sorotan Tajam: Bantuan PKH Tak Tepat Sasaran
Aspirasi pertama yang mengemuka dan menarik perhatian adalah terkait Program Keluarga Harapan (PKH). Warga setempat menyoroti adanya dugaan ketidaktepatan sasaran dalam penyaluran bantuan sosial tersebut.
"Banyak warga yang seharusnya menerima PKH, yang betul-betul membutuhkan, justru tidak masuk dalam daftar. Sementara itu, ada yang secara ekonomi mampu, malah mendapatkan bantuan. Ini menjadi pertanyaan besar bagi kami," ujar salah satu perwakilan warga dalam forum reses tersebut.
Irwan Hasan mencatat keluhan tersebut dengan serius, menyadari bahwa masalah validitas data penerima manfaat bantuan sosial adalah isu krusial yang harus segera ditangani di tingkat kota. Ketidakakuratan data ini berpotensi menimbulkan kecemburuan sosial dan menggagalkan tujuan program pengentasan kemiskinan itu sendiri.
"Kami akan menindaklanjuti data ini. Persoalan PKH yang tidak tepat sasaran ini menunjukkan perlunya audit dan pembaruan data yang lebih akurat dan transparan di tingkat dinas terkait, agar bantuan sosial benar-benar menyentuh tangan yang berhak," tegas Irwan Hasan di hadapan ratusan warga.
Infrastruktur Lorong yang Terlupakan: Bertahun-tahun Tanpa Perbaikan
Isu kedua yang tak kalah penting adalah terkait kondisi infrastruktur jalan lorong di wilayah tersebut. Warga mengeluhkan bahwa perbaikan jalan lorong sudah sangat lama tidak pernah dilakukan, menyebabkan kesulitan dalam mobilitas sehari-hari.
Kerusakan jalan yang parah, berlubang, dan becek saat hujan, menjadi pemandangan yang tak terhindarkan. Kondisi ini dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan warga, terutama anak-anak.
"Jalan lorong kami ini sudah bertahun-tahun tidak tersentuh perbaikan. Kami berharap Bapak Dewan bisa membawa aspirasi ini ke Pemkot agar segera dianggarkan untuk perbaikan, entah itu pengaspalan atau paving blok," harap seorang tokoh masyarakat setempat.
Keluhan Warga Soal Sampah: Butuh Armada Pagi dan Sore
Puncak dari keluhan warga tersampaikan pada isu pengelolaan sampah yang dianggap sangat membebani. Warga berharap adanya armada pengangkut sampah yang masuk ke dalam lorong, tidak hanya sekali, melainkan dua kali sehari, yakni pada pagi dan sore hari.
Selain itu, warga juga menyoroti masalah biaya retribusi sampah yang dinilai memberatkan, terutama bagi warga dengan ekonomi menengah ke bawah. Ketiadaan armada yang menjangkau lorong memaksa warga untuk mengeluarkan tenaga dan biaya ekstra dalam mengurus sampah rumah tangga.
"Kami sangat berharap armada sampah bisa masuk lorong pagi dan sore. Ini demi kebersihan dan kesehatan lingkungan kami. Selain itu, kalau bisa, iuran sampahnya diringankan atau ada keringanan bagi warga yang kurang mampu," tuntut warga lainnya.
Irwan Hasan menegaskan bahwa masalah sampah adalah tanggung jawab bersama, namun ia mengakui pentingnya peran pemerintah dalam menyediakan fasilitas dan layanan yang memadai.
Komitmen Kawal Aspirasi ke Sidang Paripurna
Menanggapi seluruh aspirasi yang telah diserap di titik terakhir reses ini, Irwan Hasan berjanji akan mengawal dan memperjuangkan keluhan warga Dapil V ini hingga ke tingkatan tertinggi, yaitu melalui Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) yang akan diusulkan dalam rapat paripurna DPRD Kota Makassar.
"Semua keluhan, mulai dari PKH, perbaikan jalan lorong, hingga permintaan armada sampah dua kali sehari, sudah saya catat dan akan menjadi prioritas. Kami akan mendesak Dinas Sosial, Dinas PU, dan Dinas Lingkungan Hidup untuk segera merespons dan merealisasikan aspirasi ini," janji Irwan Hasan.
Reses yang berlangsung lancar dan interaktif ini menutup rangkaian kegiatan temu konstituen legislator PPP tersebut, menandai berakhirnya tahap awal penyerapan aspirasi yang menjadi bekal penting bagi Irwan Hasan untuk menjalankan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan di parlemen Makassar. Masyarakat Ballang Baru pun menaruh harapan besar pada janji yang dibawa oleh wakil rakyat mereka. (*)
