News

Bawaslu Sulsel Jajaki Kerja Sama Pengelolaan Zakat Pegawai Bersama Baitulmaal Muamalat

MAKASSAR, Notif.News – Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan membuka peluang sinergi strategis dengan Baitulmaal Muamalat (BMM) terkait optimalisasi penyaluran zakat pegawai. Kerja sama ini dijajaki dalam pertemuan audiensi di Kantor Bawaslu Sulsel, Selasa (27/1/2026), guna mewujudkan pengelolaan dana sosial yang lebih terstruktur.

Ketua Bawaslu Sulsel, Mardiana Rusli, menyambut langsung inisiatif lembaga amil zakat nasional tersebut. Fokus utama kolaborasi ini adalah penyaluran zakat, infak, dan sedekah (ZIS) jajaran pegawai Bawaslu agar dikelola secara transparan dan berlandaskan prinsip syariah.

Kepala Perwakilan BMM Sulsel, Nugrah Yatna Utama, memaparkan berbagai program pendayagunaan zakat yang telah berjalan, mulai dari pemberdayaan ekonomi hingga bantuan kemanusiaan. BMM menjamin akuntabilitas tinggi dalam setiap distribusi dana umat yang dihimpun dari berbagai instansi.

Mardiana Rusli menyatakan apresiasinya atas usulan tersebut sebagai sarana edukasi bagi pegawai dalam menunaikan kewajiban agama. Pihaknya berkomitmen untuk mendalami mekanisme teknis agar program ini berjalan sesuai dengan regulasi internal lembaga negara.

Kepala Sekretariat Bawaslu Sulsel, Awaluddin Mustafa, menilai langkah ini sebagai bagian dari tata kelola zakat yang tertib dan bertanggung jawab. Sekretariat siap memfasilitasi kajian administratif guna memastikan skema pemotongan atau penyaluran zakat tetap patuh pada aturan hukum yang berlaku.

Program ini diharapkan mampu memberikan dampak sosial nyata melalui berbagai sektor layanan masyarakat yang dikelola BMM. Penyaluran melalui lembaga resmi dipandang lebih efektif dalam menyentuh kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan di Sulawesi Selatan.

Bawaslu Sulsel memandang profesionalitas lembaga amil zakat sangat krusial untuk menjaga kepercayaan pegawai. Sinkronisasi antara niat ibadah dan ketepatan sasaran distribusi menjadi poin penting dalam diskusi yang berlangsung hangat tersebut.

Rencana kerja sama ini akan segera dibawa ke meja pembahasan internal untuk finalisasi prosedur. Jika terealisasi, Bawaslu Sulsel akan menjadi salah satu lembaga negara yang aktif berkontribusi dalam penguatan ekonomi umat melalui sistem zakat terpadu.

Pertemuan ditutup dengan komitmen kedua belah pihak untuk menjaga komunikasi intensif. Langkah konstruktif ini diharapkan menjadi model bagi instansi pemerintah lainnya dalam memfasilitasi kewajiban sosial dan spiritual para ASN serta pegawainya.

Melalui sinergi ini, Bawaslu tidak hanya berperan dalam pengawasan demokrasi, tetapi juga menunjukkan kepedulian sosial melalui pengelolaan aset umat yang akuntabel. Pendekatan syariah dan administratif menjadi kunci utama keberhasilan program jangka panjang ini.

Dengan dukungan Baitulmaal Muamalat, Bawaslu Sulsel optimistis penyaluran zakat pegawai akan semakin sistematis. Transparansi laporan penyaluran nantinya akan menjadi bukti nyata kehadiran lembaga dalam memberikan manfaat luas bagi masyarakat di wilayah Sulawesi Selatan. (*)