KESEHATAN

Beroperasi Hari Ini, Rumah Sakit Pendidikan UIN Alauddin Makassar Siap Beri Layanan Kesehatan Berbasis Nilai Islami

Makassar (Notif.news) – Rumah Sakit Pendidikan (RSP) UIN Alauddin Makassar akan diresmikan hari ini. Peresmian operasional yang dijadwalkan dihadiri oleh Menteri Agama, Profesor Nasaruddin Umar, ini menandai babak baru bagi layanan kesehatan dan pendidikan di Sulawesi Selatan.

Kehadiran rumah sakit ini menjadi momen bersejarah setelah melewati proses pembangunan yang panjang sejak 2011. Total investasi mencapai Rp401,5 miliar, dengan pembangunan yang sempat mangkrak dan akhirnya dilanjutkan oleh Kementerian PUPR atas penugasan Presiden Joko Widodo.

Rumah sakit ini berdiri megah dengan sembilan lantai dan satu lantai basement, mencakup luas lahan 7.462 meter persegi dan total luas bangunan 23.877 meter persegi. Fasilitasnya sangat lengkap, mulai dari ruang UGD, poliklinik, laboratorium, hingga empat ruang operasi, dan mampu menampung hingga 200 pasien.

Rektor UIN Alauddin Makassar, Profesor Hamdan Juhannis, mengungkapkan bahwa kehadiran rumah sakit ini adalah bagian dari komitmen kampus dalam mendukung pendidikan kedokteran dan memberikan pelayanan kesehatan Islami yang terjangkau bagi masyarakat. "Rumah sakit ini dibangun bukan untuk siapa-siapa, tapi untuk anak-anak kita," kata Hamdan.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sulawesi Selatan, Siswanto Wahab, menyambut baik pembukaan rumah sakit ini. Ia berharap RSP UIN Alauddin dapat meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat, dengan memanfaatkan fasilitas dan teknologi terbaru.

Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Umum Barisan Muda Kesehatan Indonesia Sulsel, Irham Tompo, melihat kehadiran rumah sakit ini sebagai peluang kerja baru bagi tenaga kesehatan. Ia berharap, manajemen rumah sakit dapat memberikan kesejahteraan yang layak dan melakukan rekrutmen secara transparan.

"Pembukaan RS UIN Alauddin Makassar bukan hanya menjadi harapan baru bagi masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan, tetapi juga menjadi peluang konkret bagi para lulusan dan tenaga perawat profesional," ujar Irham.

Irham Tompo juga menekankan pentingnya rekrutmen berbasis meritokrasi untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berintegritas tinggi. Ia berharap, RSP UIN Alauddin menjadi teladan dalam penyerapan tenaga perawat secara berkelanjutan.

Dengan visi yang kuat dan fasilitas modern, RSP UIN Alauddin Makassar bertekad menjadi rumah sakit pendidikan yang unggul dalam teknologi medis, humanis dalam pelayanan, dan tetap menanamkan nilai-nilai keislaman. (*)