PENDIDIKAN

Dana Riset Ditambah Rp1,8 Triliun, KemenDikti Saintek Ajak Dosen Gencar Lakukan Penelitian

Makassar (Notif.news) – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (KemenDikti Saintek) akan menambah dana riset sebesar Rp1,8 triliun. Penambahan ini diumumkan oleh Wakil Menteri Dikti Saintek, Profesor Stella Christie, saat workshop di Universitas Muhammadiyah, Makassar, Rabu (23/7/2025).

Stella menjelaskan, dana tambahan ini akan disalurkan melalui program Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (BIMA). "Sebelumnya sudah ada hampir Rp2 triliun dana penelitian yang dikucurkan, kemudian ditambah lagi sebanyak Rp1,8 triliun," katanya.

Dengan penambahan dana ini, Stella mengajak para dosen dan sivitas akademika untuk lebih gencar dalam melakukan penelitian dan menulis. Ia menekankan, tulisan ilmiah sangat bermanfaat untuk karier, remunerasi, dan gaji dosen.

Stella juga menyebutkan, penelitian di bidang pertamina dan teknologi memiliki banyak peluang, terutama yang bertujuan membangun sumber daya alam di Indonesia.

Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX, Andi Lukman, mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, KemenDikti Saintek punya banyak skema penelitian, salah satunya dana hibah melalui program BIMA.

"BIMA itu sudah diluncurkan dan sudah banyak sekali yang menerima. Saya rasa di sini pun juga ada yang menerima, tetapi akan ada lagi yang diluncurkan dari dana hibah ini di Agustus. Mungkin tanggal 8 atau tanggal 9 itu akan diluncurkan sebesar Rp1,8 triliun," kata Lukman.

Menurut Lukman, dana penelitian ini diharapkan dapat membawa perubahan dan paradigma baru bagi para intelektual. Siapa pun, baik dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS), bisa mengajukan proposal.

Lukman juga menyoroti pentingnya riset yang sejalan dengan kebutuhan negara, seperti ketahanan pangan dan energi. "Kita butuh hilirisasi, kita butuh ini agar para periset kita dari seluruh kelas Indonesia mampu memberi sumbangsih untuk negara," imbuhnya.

Dari program BIMA, Sulsel berhasil meloloskan 1.031 judul penelitian dengan dana sekitar Rp80 miliar. "Ini terbanyak keempat di Indonesia setelah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur," tutur Lukman. Hal ini menunjukkan potensi besar Sulsel dalam bidang riset dan inovasi. (*)