EKONOMI

Dipanggil ke Istana, Kepala BGN Nanik Deyang Lapor Efisiensi Anggaran ke Prabowo

JAKARTA, Notif.news – Presiden Prabowo Subianto memanggil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, ke Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (11/6/2026). Pemanggilan ini berfokus pada evaluasi kinerja dan tata kelola anggaran BGN.

Pertemuan berlangsung tertutup di lingkungan Istana Negara. Kehadiran Nanik menjadi perhatian publik mengingat BGN memegang peranan krusial dalam program pemenuhan gizi nasional.

Usai menghadap Presiden, Nanik memberikan keterangan singkat kepada awak media. Ia menjelaskan bahwa agenda utamanya adalah menyampaikan laporan berkala mengenai perkembangan kinerja lembaganya.

Selain melaporkan capaian kerja, Nanik mengisyaratkan keberhasilan lembaganya dalam melakukan langkah penghematan anggaran. Kebijakan efisiensi ini diklaim menjadi capaian positif bagi BGN.

Meskipun menyambut baik hasil efisiensi tersebut, Nanik belum membeberkan angka pasti maupun rincian teknis dari penghematan anggaran yang dimaksud. Ia memilih untuk melaporkannya secara utuh kepada Presiden terlebih dahulu.

"Efisiensi, efisiensi anggaran, kabar gembira. Mau lapor Pak Presiden efisiensi," ujar Nanik dengan optimistis saat ditemui wartawan di kawasan Istana Kepresidenan.

Komitmen untuk melakukan pengetatan anggaran sebenarnya telah digaungkan Nanik sejak awal masa jabatannya. Pascalantikan, ia menegaskan efisiensi sebagai agenda prioritas di lingkungan BGN.

Nanik menilai bahwa penghematan anggaran merupakan langkah krusial dalam menjaga stabilitas fiskal. Pengelolaan keuangan yang bijak diperlukan agar tidak menambah beban pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Langkah efisiensi ini dipastikan tidak akan mengurangi kualitas maupun jangkauan program BGN. Pihaknya berkomitmen untuk tetap menjaga standar pelayanan gizi bagi masyarakat secara maksimal.

"Langkah kami konsen pada efisiensi anggaran agar tidak membebani anggaran negara saat ini, tetapi tanpa mengubah target gizi yang kita berikan," ujar Nanik setelah dilantik di Istana Negara, Senin (8/6/2026).

Penerapan efisiensi di BGN diharapkan menjadi acuan bagi lembaga negara lainnya. Pemangkasan pos belanja yang tidak mendesak dinilai mampu mengoptimalkan penggunaan dana publik.

Melalui restrukturisasi anggaran ini, BGN berupaya membuktikan bahwa pemenuhan gizi nasional tetap dapat berjalan masif. Tata kelola yang efisien menjadi kunci keberlanjutan program jangka panjang.

Pertemuan Nanik dengan Presiden Prabowo ini menegaskan pengawasan ketat pemerintah terhadap pelaksanaan anggaran negara. BGN optimistis mampu mencapai target strategisnya tanpa memicu pembengkakan biaya. (*)