Makassar, Notif.news – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura Sulawesi Selatan (Sulsel) akan melaksanakan musyawarah daerah (Musda) pada akhir Juli 2025. Agenda penting ini dijadwalkan berlangsung di Hotel Claro, Jalan AP Pettarani, Kota Makassar, pada Minggu (31/7/2025). Tujuan utama Musda adalah memilih Ketua DPD Hanura Sulsel untuk masa jabatan 2024–2029, membuka peluang bagi seluruh kader partai.
Rencana Musda Hanura Sulsel ini ditetapkan dalam rapat koordinasi bersama seluruh jajaran pengurus partai di Hotel Swiss-Belinn, Makassar, pada Jumat (11/7/2025). Plt Ketua DPD Hanura Sulsel, Brigjen Pol (Purn) Adeni Muhan, menekankan pentingnya konsolidasi organisasi demi Musda yang tertib, inklusif, dan sesuai aturan partai.
"Semua DPC dan unsur dewan harus terlibat aktif dan saling melengkapi, tidak lagi berjalan sendiri-sendiri," kata Adeni saat dikonfirmasi wartawan pada Sabtu (12/7/2025). Pernyataan ini menunjukkan komitmen untuk kolaborasi internal.
Mantan Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Sulsel yang akrab disapa Puang Tindiz itu menjelaskan bahwa jajaran panitia Musda telah memaparkan agenda teknis dan tahapan yang telah disiapkan secara matang.
Ia juga mengungkapkan, dalam pelaksanaan Musda ini, partai membuka ruang seluas-luasnya bagi kader internal maupun figur eksternal yang ingin mencalonkan diri sebagai Ketua DPD Hanura Sulsel. Ini menunjukkan prinsip keterbukaan dalam proses pemilihan.
"Siapapun boleh mendaftar, ini terbuka. Nanti ada kriteria yang akan disampaikan oleh DPP. Kami di DPD dan panitia hanya menyelenggarakan kegiatan ini sesuai arahan pusat," ungkapnya, menegaskan bahwa keputusan akhir ada di tangan Dewan Pimpinan Pusat.
Dalam pemilihan Ketua Hanura Sulsel, Adeni juga mengungkapkan bahwa dukungan dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) sangat penting sebagai salah satu syarat dukungan bagi para calon. Meskipun demikian, ketentuan ketua terpilih tetap akan merujuk pada regulasi DPP.
"Dukungan dari DPC itu lazim, meski jika tidak dipersyaratkan secara administratif oleh DPP, maka itu bukan hal yang mengikat. Kita tunggu juknis-nya," bebernya, menunjukkan bahwa persyaratan resmi akan mengikuti arahan pusat.
Menjelang Musda Hanura, Adeni menegaskan bahwa seluruh kader solid. Hal ini disampaikan untuk menjawab kekhawatiran soal potensi kericuhan yang sempat terjadi lima tahun lalu. Ia memastikan kondisi partai sekarang sudah berbeda.
Ia juga menegaskan bahwa komunikasi serta pendekatan telah dilakukan secara menyeluruh guna memastikan semua aspirasi kader terakomodasi dengan baik. "Tidak boleh lagi ada ruang untuk konflik internal. Siapa pun yang terpilih, itulah keputusan bersama," tegasnya.
Adeni menyebutkan bahwa Amsal, Ketua DPD sebelumnya, tidak hadir karena memang sudah tidak lagi menjabat. Namun, perwakilan istri Amsal hadir dalam rapat, dan komunikasi antara keduanya telah terjalin dengan baik. "Pak Amsal sudah menyelesaikan tugasnya dengan baik. Saya kini melanjutkan estafet kepemimpinan sebagai Plt, dan berkomitmen merangkul semua pihak," ujarnya.
Terakhir, Adeni mengungkapkan bahwa dalam Musda, minimal lima orang bisa mendaftarkan diri sebagai calon ketua, bahkan bisa lebih jika memenuhi syarat administratif yang ditetapkan. (*)
