MAKASSAR (Notif.news) - Ferdy Mochtar resmi dicopot dari jabatannya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar pada 9 Desember 2024. Keputusan ini diungkapkan oleh Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, yang menyebut pencopotan tersebut sebagai bagian dari upaya penyegaran di jajaran pemerintahan, termasuk di lingkup DLH Kota Makassar.
Wali Kota yang akrab disapa Danny Pomanto menjelaskan bahwa pencopotan Ferdy Mochtar sudah dipertimbangkan setelah yang bersangkutan menjabat selama dua tahun sebagai Plt Kepala DLH Makassar. "Penyegaran itu perlu dilakukan, apalagi sudah terlalu lama. Tidak hanya di DLH, penyegaran juga berlaku untuk sejumlah jabatan lain di pemerintahan Kota Makassar," ujarnya saat dikonfirmasi pada Jumat (13/12/2024).
Danny Pomanto menambahkan bahwa kinerja DLH Kota Makassar perlu diperbaiki. Ia menyoroti beberapa proyek yang tidak berjalan sesuai harapan, salah satunya adalah proyek motor sampah listrik yang hingga kini belum terealisasi. "Kinerja DLH memang belum maksimal, terutama dalam beberapa proyek yang tidak berjalan. Salah satunya adalah proyek motor sampah listrik yang tidak dapat dilaksanakan," kata Danny Pomanto.
Selama masa jabatannya, Ferdy Mochtar dihadapkan pada beberapa tantangan besar dalam pengelolaan lingkungan di Kota Makassar. Terlebih lagi, kota ini kerap menghadapi masalah sampah yang cukup serius, di mana beberapa inisiatif untuk pengelolaan sampah, termasuk penggunaan teknologi ramah lingkungan, seharusnya dapat meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan. Namun, Danny menilai bahwa implementasi beberapa program tersebut tidak berjalan sesuai rencana.
Dalam perkembangan lebih lanjut, Wali Kota Makassar mengungkapkan bahwa penggantian Ferdy Mochtar merupakan bagian dari langkah untuk lebih meningkatkan efektivitas kerja pemerintah kota dalam menangani permasalahan lingkungan dan mendukung program-program unggulan yang sudah direncanakan. Danny menegaskan bahwa ke depan, pemerintahan Kota Makassar akan terus berupaya untuk memastikan setiap sektor, terutama lingkungan hidup, mendapat perhatian dan pengelolaan yang lebih baik.
