News

Gubernur Sulsel Minta Kepala Daerah Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem, Tanpa Kepanikan

Makassar (Notif.news) – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menginstruksikan seluruh kepala daerah di wilayahnya untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem. Hal ini disampaikannya saat memberikan keterangan di Kantor Gubernur Sulsel, Senin (17/3/2025).

Ia menekankan, meskipun kondisi cuaca menunjukkan ketidakpastian, langkah yang diambil harus bersifat antisipatif dan bukan panik berlebihan.

“Untuk cuaca ekstrem, saya minta semua kepala daerah melaksanakan kegiatan yang sifatnya kesiapsiagaan, tapi tidak kepanikan,” ujar Andi Sudirman.

Menurutnya, cuaca yang berubah secara drastis memerlukan kerja sama lintas sektor. Oleh karena itu, koordinasi antarinstansi harus diperkuat untuk menghadapi potensi bencana.

Gubernur menyebut pentingnya peran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam menyikapi perkembangan cuaca.

“Kesiapsiagaan saja, karena cuaca sangat berganti-ganti, dan saya harap ada kolaborasi antar instansi terkait untuk mengurangi risiko bencana. Jangan sampai masyarakat panik,” lanjutnya.

Andi Sudirman juga mengimbau pemerintah kabupaten dan kota agar aktif melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai langkah-langkah mitigasi bencana.

Ia menyebutkan bahwa koordinasi cepat antara pemerintah daerah dan pusat sangat dibutuhkan apabila terjadi kondisi darurat.

Selain itu, pemerintah provinsi juga terus memantau informasi dari BMKG terkait perkembangan cuaca terkini sebagai acuan dalam pengambilan keputusan.

Gubernur berharap, kesiapsiagaan yang disiapkan sejak dini mampu meminimalkan dampak dari bencana hidrometeorologi yang berpotensi melanda wilayah Sulawesi Selatan.

“Kita harus siaga, bukan panik. Edukasi dan tindakan cepat akan menjadi kunci dalam menghadapi tantangan cuaca ke depan,” tegasnya.

Dengan kolaborasi yang solid antarinstansi, ia optimistis Sulawesi Selatan mampu melewati potensi cuaca ekstrem dengan dampak minimal bagi masyarakat. (*)