MAKASSAR, Notif.News – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan komitmennya dalam memeratakan akses layanan keagamaan bagi seluruh warga, termasuk masyarakat di wilayah pesisir. Hal ini disampaikan saat menghadiri Ramah Tamah Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama RI di Makassar, Rabu (21/1/2026).
Fokus utama pemerintah kota saat ini adalah penguatan Kantor Urusan Agama (KUA) di Kecamatan Kepulauan Sangkarrang. Munafri menyebut, penyediaan lahan dan sistem pelayanan di wilayah terluar tersebut ditargetkan rampung dan diresmikan pada tahun ini guna menjamin keadilan akses bagi warga pulau.
"Kita ingin masyarakat pulau yang jauh dari pusat kota tetap bisa menikmati layanan keagamaan secara maksimal. Kehadiran KUA di Sangkarrang adalah bukti nyata bahwa pemerintah hadir tanpa membeda-bedakan wilayah," ujar pria yang akrab disapa Appi tersebut.
Munafri menilai Kementerian Agama memiliki peran strategis yang kompleks, yakni menjaga harmoni sosial sekaligus menjadi kompas moral masyarakat. Baginya, menyatukan perbedaan di tengah dinamika zaman menuntut sinergi kuat antara pemerintah daerah dan instansi vertikal seperti Kemenag.
Selain infrastruktur layanan, Pemkot Makassar juga meluncurkan program jaminan sosial yang menyasar 41.000 warga pada 2026. Program ini mencakup jaminan kecelakaan kerja, kematian, hingga jaminan hari tua yang didanai melalui APBD sebagai bentuk penguatan kesejahteraan umat.
Pendidikan karakter juga menjadi sorotan utama. Dengan penetapan Perda Pengelolaan Pesantren, Munafri ingin memastikan generasi muda Makassar tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak dan etika yang kuat melalui kurikulum keagamaan yang terstruktur.
Langkah strategis lainnya adalah percepatan sertifikasi tanah wakaf. Bekerja sama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN), Pemkot Makassar berupaya memberikan kepastian hukum atas aset-aset keagamaan guna mendorong kesejahteraan umat secara lebih berkelanjutan dan transparan.
Kakanwil Kemenag Sulsel, H. Ali Yafid, memberikan apresiasi tinggi terhadap visi inklusif Munafri. Ia menilai Makassar layak menjadi rujukan nasional karena mampu membangun kekompakan antara pemerintah dan tokoh agama dalam menjaga stabilitas kehidupan beragama.
"Energi kebersamaan di Makassar sangat kuat. Kehadiran KUA di Sangkarrang adalah pencapaian luar biasa yang membuktikan perhatian serius pemerintah kota terhadap hak-hak sipil warga di kepulauan," ungkap Ali Yafid dalam sambutannya.
Keberhasilan pembinaan keagamaan di Makassar pun terbukti dengan raihan predikat Juara Umum pada peringatan HAB tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. Prestasi ini mencerminkan sinergi yang berjalan efektif antara kebijakan pemerintah dan program kerja Kementerian Agama di lapangan.
Kemenag Sulsel menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh setiap program sosial-keagamaan yang digulirkan Pemkot. Ali Yafid meminta agar setiap agenda keagamaan dikoordinasikan secara intensif guna memastikan dampak positifnya langsung menyentuh masyarakat bawah.
Munafri mengingatkan bahwa toleransi bukan sekadar slogan, melainkan harus diwujudkan melalui kebijakan sistematis. Keberagaman Makassar dipandang sebagai kekayaan yang harus dikelola dengan perencanaan matang agar tetap menjadi fondasi kedamaian kota.
Penekanan pada nilai-nilai kebaikan menjadi penutup dalam acara tersebut. Sinergi yang terjalin antara Pemkot Makassar dan Kemenag diharapkan terus menjadi motor penggerak stabilitas sosial, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan moral di era digital.
Dengan perluasan jaminan sosial dan infrastruktur KUA, Makassar kini bergerak menuju kota yang religius sekaligus sejahtera. Pemerintah kota menjamin bahwa setiap kebijakan keagamaan akan selalu berorientasi pada kemudahan akses dan perlindungan hukum bagi warga.
Komitmen ini diharapkan mampu mempererat ikatan kekeluargaan di tengah masyarakat Makassar yang majemuk. Munafri optimis, dengan akhlak sebagai fondasi pembangunan, Makassar akan tumbuh menjadi kota yang maju secara fisik namun tetap memiliki karakter spiritual yang kuat. (*)
