MAKASSAR, Notif.News – Sekretaris Komisi C DPRD Kota Makassar, Ray Suryadi Arsyad, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah taktis Pemerintah Kota Makassar dalam merancang pembangunan infrastruktur strategis baru. Salah satu mega proyek yang menjadi sorotan utama legislatif saat ini adalah rencana pembangunan Jembatan Barombong yang baru.
Langkah akselerasi yang digagas oleh Wali Kota bersama Wakil Wali Kota ini dinilai sebagai bentuk komitmen riil dalam menjawab kebutuhan mendasar publik. Infrastruktur konektivitas ini diproyeksikan mampu mengurai problem kemacetan akut yang selama bertahun-tahun dikeluhkan oleh masyarakat di kawasan perbatasan.
“Pembangunan Jembatan Barombong baru ini sudah lama diimpikan oleh masyarakat Kota Makassar. Jembatan ini memiliki peran vital sebagai penghubung utama dua daratan besar di wilayah Tanjung Bunga,” ujar Ray Suryadi Arsyad kepada media, Senin (18/5/2026).
Politisi ini bahkan memprediksi bahwa mahakarya infrastruktur tersebut berpotensi menjadi ikon atau landmark baru bagi estetika Kota Metropolitan Makassar. Proyek monumental ini sekaligus diproyeksikan akan mencatatkan tinta emas sejarah dalam masa kepemimpinan daerah di periode berjalan saat ini.
“Ini adalah sebuah sejarah baru yang akan diukir di era pemerintahan Munafri dan Aliyah dalam menyediakan fasilitas publik yang megah. Jika struktur jembatannya dirancang artistik dan menjadi landmark baru kota, tentu itu jauh lebih bagus,” ungkapnya optimistis.
Ray memaparkan, pesatnya pertumbuhan kawasan hunian penyangga di sekitar pinggiran kota secara otomatis mendorong peningkatan kebutuhan akses transportasi. Banyak warga urban yang memilih bermukim di wilayah perbatasan karena faktor harga tanah yang relatif terjangkau, namun tetap bekerja di Makassar.
Konsekuensi logis dari fenomena tersebut adalah terjadinya lonjakan volume kendaraan yang melintas di jalur penghubung Barombong dari tahun ke tahun. Kondisi penumpukan arus lalu lintas harian ini dipastikan akan memicu kelumpuhan mobilitas jika tidak segera diimbangi dengan perluasan kapasitas jalan.
“Kita bisa melihat sendiri fenomena di lapangan, jumlah masyarakat yang memanfaatkan jembatan itu semakin hari semakin padat. Langkah peningkatan kapasitas infrastruktur ini sudah menjadi kebutuhan yang sangat mendesak,” tegas legislator Makassar tersebut.
Lebih lanjut, ia menyebut kawasan penyangga seperti poros Barombong, jalur Hertasning Baru, hingga akses menuju Jembatan Kembar Gowa merupakan urat nadi perekonomian regional. Oleh karena itu, modernisasi dan pembaruan fasilitas di titik-titik vital tersebut harus menjadi skala prioritas utama pembangunan.
Dari aspek kelembagaan, Komisi C DPRD Makassar yang merupakan mitra kerja Dinas Pekerjaan Umum (PU) menyatakan kesiapan penuh untuk mengamankan kebijakan anggaran. Pihak legislatif akan mendukung total pengalokasian dana belanja modal demi kelancaran eksekusi proyek fisik tersebut.
Kendati mendukung penuh, DPRD memastikan fungsi pengawasan ketat akan tetap berjalan secara simultan di setiap tahapan proyek. Komisi C berkomitmen mengawal transparansi proses dari hulu ke hilir, mulai dari akurasi pembebasan lahan warga hingga realisasi konstruksi di lapangan.
“Kami betul-betul akan mengawasi jalannya proyek ini agar tetap koridor aturan hukum yang berlaku. Pengawasan ketat dimulai sejak fase awal ganti rugi lahan hingga pemasangan tiang pancang jembatan, agar hasilnya sesuai harapan rakyat,” lanjut Ray.
Ia mengingatkan dinas teknis untuk belajar dari pengalaman proyek sebelumnya agar tidak terjadi keterlambatan deadline akibat sengketa lahan. Mitigasi risiko sosial di sekitar bantaran sungai harus diselesaikan secara humanis sebelum alat berat diturunkan ke lokasi kerja.
Menutup keterangannya, Ray mendesak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lintas sektoral yang terkait untuk aktif memberikan kontribusi nyata di lapangan. Koordinasi yang kompak antar-instansi dinilai sebagai kunci utama agar proyek pemecah kemacetan ini dapat segera dinikmati manfaatnya oleh warga.
“Kami berharap seluruh dinas terkait tidak sekadar menerima laporan di belakang meja, melainkan wajib turun langsung ke lokasi. Semua pihak harus memberikan kontribusi maksimal bagi kesuksesan pembangunan penting ini,” pungkas Ray menutup wawancara. (*)
