BONE, Notif.News – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan resmi memulai pembangunan jalan strategis melalui skema Multiyears Project (MYP) Paket 5 dengan alokasi anggaran fantastis mencapai Rp383 miliar. Proyek ini ditargetkan memperkuat konektivitas antarwilayah yang menghubungkan Kabupaten Bone, Pangkep, Soppeng, dan Barru.
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, memimpin langsung prosesi ground breaking di ruas Jalan Poros Tanabatue–Palattae, Kabupaten Bone, Kamis (15/1/2026). Momentum ini menjadi tanda dimulainya pengerjaan jalan dengan total panjang penanganan yang mencapai lebih dari 200 kilometer.
Hadir dalam acara tersebut Bupati Bone Andi Asman Sulaiman, Bupati Soppeng Suwardi Haseng, serta perwakilan dari Pemkab Pangkep dan Barru. Kehadiran para kepala daerah ini menegaskan pentingnya sinergi dalam menuntaskan persoalan infrastruktur jalan di Sulawesi Selatan.
Andi Sudirman menekankan bahwa proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan urat nadi ekonomi baru bagi masyarakat. Skema tahun jamak dipilih agar proses pengerjaan dapat berjalan stabil dan tuntas hingga mencapai standar kemantapan jalan yang diinginkan.
"Bismillah, hari ini kita mulai penanganan lebih dari 200 kilometer jalan untuk wilayah Bone, Pangkep, Soppeng, dan Barru. Ruas Tanabatue–Palattae adalah titik strategis sebagai akses utama Makassar–Sinjai," tegas Andi Sudirman dalam sambutannya.
Ruas jalan di Kabupaten Bone ini memiliki peran vital karena menjadi jalur utama pergerakan masyarakat dari wilayah selatan menuju ibu kota provinsi. Selama ini, peningkatan kualitas jalan di kawasan tersebut menjadi kebutuhan mendesak untuk menjamin keselamatan pengendara.
Pemerintah optimistis bahwa perbaikan infrastruktur ini akan memberikan dampak ganda bagi warga. Selain memperpendek waktu tempuh, jalan yang mulus diharapkan mampu menekan biaya logistik dan meminimalisir risiko kecelakaan di jalur yang padat aktivitas tersebut.
Gubernur berharap keberadaan akses jalan yang andal akan mempercepat distribusi hasil bumi, terutama komoditas pertanian dan perkebunan. Dengan lancarnya arus barang, daya saing produk lokal dari wilayah pedalaman menuju pusat pemasaran akan meningkat signifikan.
"Kami ingin distribusi hasil produksi masyarakat semakin lancar. Ini adalah solusi bertahap yang kami tawarkan untuk mendorong kesejahteraan masyarakat menuju Sulawesi Selatan yang maju," imbuh Gubernur Sulsel tersebut.
Aspek ekonomi menjadi perhatian utama dalam proyek MYP ini. Dengan konektivitas yang lebih baik, potensi ekonomi di empat kabupaten yang masuk dalam paket pengerjaan ini diharapkan dapat terintegrasi secara lebih optimal dan saling menguntungkan.
Pihak pelaksana proyek diminta untuk bekerja secara profesional dan mematuhi spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Kualitas aspal dan ketahanan jalan menjadi kunci agar anggaran ratusan miliar ini dapat dinikmati manfaatnya oleh masyarakat dalam jangka panjang.
Masyarakat setempat menyambut positif dimulainya proyek ini mengingat kondisi jalan di beberapa titik sebelumnya membutuhkan penanganan serius. Pembangunan ini dinilai sebagai jawaban atas aspirasi warga yang mendambakan kenyamanan saat melintasi jalur poros antar-kabupaten.
Andi Sudirman memastikan bahwa pengawasan pengerjaan akan dilakukan secara ketat. Hal ini penting untuk memastikan proyek selesai tepat waktu tanpa mengesampingkan aspek kualitas bangunan yang menjadi standar pelayanan publik di sektor infrastruktur.
Melalui Proyek Jalan Paket 5 ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kembali menegaskan komitmennya dalam pemerataan pembangunan. Penuntasan infrastruktur jalan tetap menjadi program prioritas untuk mendukung mobilitas dan pertumbuhan ekonomi di seluruh wilayah Sulsel. (*)
