News

Inkubator Center Makassar Beri Dampak Positif untuk UMKM, Tumbuhkan Pengusaha Baru

Makassar (Notif.news) – Program Inkubator Center yang digagas oleh Pemerintah Kota Makassar telah memberikan dampak signifikan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kota ini. Program yang dijalankan oleh Dinas Koperasi dan UMKM Kota Makassar ini bertujuan untuk memfasilitasi UMKM agar dapat berkembang dan naik kelas, terutama di sektor kuliner, kerajinan tangan, fashion, dan jasa.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Makassar, Muhammad Rheza, menjelaskan bahwa Inkubator Center telah berjalan selama dua tahun dan memberikan pendampingan gratis bagi para pelaku UMKM, mulai dari proses legalitas usaha, pemasaran, hingga memperkenalkan mereka pada platform e-commerce. Rheza mengungkapkan, “Alhamdulillah, banyak pelaku UMKM yang sudah merasakan manfaatnya, bahkan ada yang pendapatannya meningkat hingga lima kali lipat setelah bergabung,” ujarnya pada Jumat (3/1/2025).

Selain pendampingan, Inkubator Center juga menyediakan ruang konsultasi bagi pelaku UMKM, baik yang sudah bergabung maupun yang hanya membutuhkan bantuan sesekali. "Kami terbuka untuk semua pelaku UMKM, mau konsultasi soal produk, manajemen keuangan, atau pemasaran, semuanya kami layani," sambung Rheza, menegaskan komitmen Dinas Koperasi dan UMKM Kota Makassar dalam mendukung perkembangan UMKM di kota ini.

Saat ini, sebanyak 2.980 UMKM telah bergabung dalam program Inkubator Center. Sebagian besar pelaku usaha yang terlibat berasal dari sektor kuliner, dengan proporsi mencapai sekitar 65 persen. Data ini menunjukkan bahwa sektor kuliner memiliki potensi besar di Makassar dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah.

Selama tahun 2024, Dinas Koperasi dan UMKM Makassar secara aktif menyosialisasikan keberadaan Inkubator Center melalui berbagai saluran media sosial dan jaringan antar pelaku usaha. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang manfaat program Inkubator Center yang dapat membantu UMKM dalam berbagai aspek, termasuk pengembangan produk, manajemen, hingga akses pasar yang lebih luas.

Di penghujung tahun 2024, Dinas Koperasi dan UMKM Kota Makassar juga mengundang seluruh ketua RT/RW se-Kota Makassar untuk memberikan pemahaman lebih lanjut tentang pentingnya program ini.

“Kami berharap informasi ini menyebar lebih luas, termasuk melalui mulut ke mulut di komunitas pelaku usaha,” ujar Rheza, yang berharap lebih banyak pelaku usaha dapat memanfaatkan Inkubator Center.

Dengan perkembangan yang telah tercatat selama dua tahun ini, Rheza optimistis bahwa program Inkubator Center dapat melahirkan lebih banyak pengusaha baru yang mampu bersaing tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga nasional hingga internasional.

“Dua tahun pembinaan ini telah menunjukkan hasil yang positif. Beberapa produk, terutama di sektor fashion, bahkan sudah menembus pasar nasional. Ke depan, kami akan mendorong lebih banyak UMKM untuk masuk ke pasar ekspor,” terang Rheza, mengungkapkan ambisi besar untuk membawa produk lokal ke panggung global.

Sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas UMKM di Makassar, Rheza menambahkan bahwa Dinas Koperasi dan UMKM Kota Makassar akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak, baik sektor swasta maupun lembaga pendidikan, untuk memberikan pelatihan dan akses yang lebih baik bagi pelaku UMKM. Pemerintah Kota Makassar juga berharap agar Inkubator Center dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian lokal, sekaligus menciptakan peluang kerja baru bagi masyarakat.

Program Inkubator Center di Makassar dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam memberikan perhatian dan dukungan bagi sektor UMKM. Melalui program ini, pemerintah daerah tidak hanya memberikan pendampingan teknis, tetapi juga membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk lokal. Sebagai hasilnya, program ini diharapkan dapat menciptakan UMKM yang lebih mandiri, berdaya saing, dan siap untuk berkontribusi pada ekonomi nasional dan internasional. (*)