Makassar, Notif.news - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), H. Irwan Hasan, memulai rangkaian kegiatan reses pertamanya dalam Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2025/2026. Kegiatan ini secara khusus dilakukan untuk menjemput dan menghimpun aspirasi langsung dari konstituennya di Daerah Pemilihan (Dapil) V.
Pada hari pertama, 13 Oktober 2025, legislator yang akrab disapa Haji Irwan ini menargetkan dua titik lokasi di Kecamatan Mariso, Kota Makassar, yang merupakan bagian integral dari Dapil yang diwakilinya. Reses menjadi wadah krusial bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan mendesak yang selama ini belum terakomodasi oleh pemerintah kota.
Titik pertama pelaksanaan reses pada pagi hari difokuskan di Jl. Ajawali Lr. 13 B, Kelurahan/Kecamatan Mariso. Antusiasme warga terlihat tinggi, mencerminkan kerinduan mereka akan kehadiran wakil rakyat secara langsung.
Beragam persoalan masyarakat di Ajawali dibahas tuntas, mulai dari kebutuhan dasar sosial hingga tuntutan perbaikan infrastruktur lingkungan lorong. Salah satu aspirasi yang paling menyentuh adalah permintaan akan bantuan kesejahteraan bagi para lansia di lingkungan tersebut.
Warga berharap, melalui perpanjangan tangan Irwan Hasan di legislatif, pemerintah kota dapat menyalurkan perhatian yang lebih signifikan kepada kelompok usia lanjut yang membutuhkan dukungan ekonomi dan kesehatan.
Isu infrastruktur penerangan juga menjadi sorotan serius, khususnya permintaan pengadaan lampu jalan di wilayah RT 4 RW 7. Ketiadaan atau minimnya penerangan dinilai mengganggu aktivitas malam hari sekaligus meningkatkan risiko keamanan lingkungan.
Aspirasi unik yang muncul di titik pertama ini adalah usulan agar penyediaan kain kafan (perlengkapan fardu kifayah) dapat disediakan dan distok secara langsung di kantor kelurahan setempat. Langkah ini diyakini akan mempermudah dan mempercepat proses pengurusan jenazah bagi warga yang berduka.
Selain itu, warga juga melayangkan pertanyaan terkait kejelasan mekanisme dan jadwal pasti pelaksanaan pemilihan Ketua RT dan RW di lingkungan mereka. Pertanyaan ini mencerminkan semangat warga dalam berpartisipasi aktif dalam tata kelola pemerintahan tingkat bawah.
Sektor kesehatan juga tak luput dari perhatian, dengan munculnya permintaan mendesak untuk penyediaan layanan ambulans gratis bagi seluruh warga Kecamatan Mariso, terutama dalam situasi darurat medis yang memerlukan penanganan cepat.
Tantangan klasik masalah perkotaan, yakni drainase yang masih tersumbat dan menyebabkan genangan, turut dikeluhkan oleh masyarakat Ajawali, yang menantikan solusi permanen dari Pemerintah Kota Makassar.
Sebagai upaya menjaga keamanan lingkungan, masyarakat juga menyoroti kebutuhan akan penambahan unit CCTV Lorong yang dinilai masih kurang, padahal keberadaannya sangat vital dalam memantau dan mencegah tindak kriminalitas.
Melanjutkan agenda di hari yang sama, H. Irwan Hasan kemudian bergerak menuju titik kedua reses, yang berlokasi di Jl. Cendrawasih V, masih dalam lingkup Kecamatan Mariso, di mana isu yang berkembang lebih berfokus pada lingkungan dan pendidikan.

Di Cendrawasih V, aspirasi pertama yang disampaikan adalah terkait dukungan terhadap program Pemerintah Kota Makassar, Urban Farm, berupa permintaan bantuan pelatihan pengelolaan sampah untuk dijadikan pupuk. Warga ingin terlibat aktif dalam upaya kemandirian pangan dan lingkungan.
Isu keselamatan publik juga muncul, dengan disampaikannya keluhan mengenai unit Damkar Pemadam Lorong yang saat ini terkendala kerusakan dan tidak tersedianya operator yang terlatih. Kondisi ini dikhawatirkan mengancam keselamatan jika terjadi insiden kebakaran.
Beralih ke fasilitas ibadah, warga mengutarakan kebutuhan Mesjid Mattirobasi yang memerlukan penambahan empat unit AC (Air Conditioner) agar jamaah dapat melaksanakan ibadah dengan lebih nyaman dan khusyuk, terutama saat cuaca panas.
Poin paling krusial di titik kedua ini adalah mengenai ketersediaan fasilitas pendidikan dasar dan menengah. Warga menyoroti ketimpangan jumlah SMP Negeri yang hanya ada satu unit di Kecamatan Mariso, sementara jumlah SD Negeri dinilai terlalu banyak.
Ketimpangan ini memicu usulan konkret dari masyarakat agar salah satu SD Negeri, yakni SDN Mattoanging, dapat dialihfungsikan atau diusulkan untuk menjadi SMP Negeri. Harapannya, hal ini dapat mengurangi kepadatan siswa dan mempermudah akses pendidikan menengah pertama bagi anak-anak Mariso.
Menutup rangkaian kegiatan reses hari itu, H. Irwan Hasan menegaskan komitmennya bahwa seluruh aspirasi yang telah dihimpun, baik dari Ajawali maupun Cendrawasih V, akan dicatat secara detail dan diperjuangkan dalam rapat-rapat kerja di DPRD Kota Makassar.
Reses ini sekali lagi membuktikan perannya sebagai jembatan komunikasi yang efektif antara rakyat dan lembaga legislatif, memastikan bahwa setiap suara dari lorong-lorong kota dapat diterjemahkan menjadi kebijakan publik yang nyata dan bermanfaat. (*)
