EKONOMI

Jadi Rujukan Dunia, Wali Kota Makassar Pamerkan Inovasi Sanitasi RISE di Forum Global

MAKASSAR, Notif.News – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memaparkan strategi revolusioner dalam menangani isu banjir, air bersih, dan sanitasi di hadapan World Resources Institute (WRI) Ruan serta tim RISE Indonesia. Dalam sesi wawancara yang dipimpin Diego Rivera dari Monash University di Balai Kota, Selasa (13/1/2026), Munafri menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektoral untuk menjawab tantangan struktural perkotaan.

Isu lingkungan dinilai memiliki dampak domino terhadap kualitas kesehatan, pendidikan, hingga kesejahteraan warga. Munafri menyebut bahwa Makassar terus tumbuh pesat, namun tantangan keterbatasan ruang menuntut adanya solusi yang inklusif agar seluruh lapisan masyarakat, termasuk di permukiman informal, mendapatkan akses pelayanan dasar yang setara.

Persoalan banjir menjadi sorotan utama dalam paparan tersebut. Munafri mengakui sistem pengendalian banjir di Makassar belum sepenuhnya stabil karena karakter geografisnya yang sangat bergantung pada wilayah penyangga di sekitar kota. Menurutnya, penanganan banjir tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus terintegrasi dengan daerah tetangga.

Di sektor air bersih, Pemerintah Kota Makassar terus mendorong PDAM untuk memperluas jangkauan layanan secara merata. Sementara itu, isu sanitasi ditempatkan sebagai aspek paling krusial karena berkaitan langsung dengan derajat kesehatan masyarakat dan pencegahan wabah penyakit di kawasan padat penduduk.

"Sanitasi ini sangat vital. Jika tidak ditata secara teratur, dampaknya langsung merusak kualitas hidup warga. Solusi strategis yang kami dorong adalah pembangunan sanitasi komunal berbasis komunitas, terutama di kawasan yang selama ini sulit terjangkau infrastruktur formal," tegas Munafri.

Wali Kota yang akrab disapa Appi ini secara khusus mengunggulkan Proyek RISE sebagai inisiatif sukses di Makassar. Riset tersebut membuktikan bahwa intervensi infrastruktur hijau di pemukiman informal mampu meningkatkan kualitas lingkungan secara signifikan melalui pendekatan partisipatif yang melibatkan warga lokal secara aktif.

Inovasi RISE menghadirkan wajah baru kawasan padat melalui pembangunan rawa buatan dengan tanaman lokal. Ruang hijau ini berfungsi ganda sebagai pengelola air hujan dan sistem sanitasi komunal, sekaligus menjadi ruang publik yang memperkuat interaksi sosial dan gotong royong antarwarga.

Menariknya, lokasi implementasi RISE menjadi salah satu indikator penting yang membawa Makassar meraih penghargaan Kota Sehat Nasional dan Asia Tenggara dari WHO pada tahun 2025. Keberhasilan ini menjadikan Makassar sebagai laboratorium hidup bagi kota-kota lain di dunia yang ingin mempelajari tata kelola sanitasi.

Selain perbaikan lingkungan, proyek ini juga membuka peluang ekonomi baru melalui pertanian lahan sempit dan potensi wisata edukasi lingkungan. Munafri berharap tatanan hidup sehat ini tidak hanya dibangun secara fisik, tetapi juga dijaga melalui kesadaran kolektif masyarakat yang sudah terbentuk.

Eksistensi Proyek RISE bahkan mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Pusat. Atas arahan Presiden RI, lokasi ini sempat ditinjau oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi pada tahun 2025 sebagai model pengembangan kota ramah air yang layak direplikasi di berbagai wilayah Indonesia lainnya.

Munafri berkomitmen untuk memperluas cakupan program serupa guna memastikan pertumbuhan penduduk Makassar tetap didukung oleh pelayanan dasar yang adil. Infrastruktur inklusif menjadi kunci agar pembangunan tidak meninggalkan kawasan marjinal di belakang kemajuan kota.

Menutup pemaparannya, Munafri optimistis Makassar dapat menjadi referensi global dalam penyelesaian persoalan pemukiman informal. Ia menargetkan Makassar bukan hanya sekadar kota metropolitan yang modern, tetapi juga kota yang tangguh terhadap perubahan iklim dan ramah bagi seluruh penghuninya.

Kolaborasi berkelanjutan dengan lembaga riset internasional seperti RISE dan WRI diharapkan terus berlanjut. Bagi Munafri, keberhasilan Makassar dalam menata sanitasi dan lingkungan adalah kontribusi nyata kota ini bagi peradaban dunia dalam menghadapi tantangan urbanisasi masa depan. (*)