MAKASSAR, Notif.News – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Makassar mempertegas peran strategisnya dalam mengawal perencanaan pembangunan kota tahun 2026. Kepala BRIDA Makassar, H. Haidil Adha, memaparkan komitmennya untuk memastikan setiap kebijakan pembangunan daerah didasarkan pada data dan kajian ilmiah yang akurat.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja bersama Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Kota Makassar, Rabu (22/1/2026). Bertempat di kantor sementara DPRD, Jalan Hertasning, rapat ini menjadi ajang sinkronisasi antara eksekutif dan legislatif guna menyusun program kerja yang lebih terukur.
Haidil Adha menegaskan bahwa inovasi daerah yang berkelanjutan hanya bisa dicapai melalui riset yang mendalam. Oleh karena itu, BRIDA siap memberikan dukungan penuh bagi perangkat daerah mitra Komisi C dalam merumuskan program yang berdampak langsung pada masyarakat.
Sinergi antara perencanaan teknis dan kajian inovasi dinilai krusial agar anggaran pembangunan 2026 berjalan efektif. Komisi C sendiri memberikan perhatian khusus pada keterpaduan program antar-SKPD agar tidak terjadi tumpang tindih kebijakan di lapangan.
Dalam forum tersebut, evaluasi awal terhadap arah kebijakan pembangunan juga dilakukan secara transparan. Kehadiran jajaran pimpinan BRIDA mencerminkan keseriusan lembaga riset ini dalam mengambil peran aktif di setiap tahapan pengambilan kebijakan strategis pemerintah kota.
DPRD berharap partisipasi BRIDA mampu membawa warna baru dalam pembangunan Makassar yang lebih kompetitif. Dokumen perencanaan daerah kini wajib diselaraskan dengan tren inovasi terbaru guna menjawab tantangan perkotaan yang semakin kompleks.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, pembangunan fisik maupun non-fisik di Makassar diharapkan lebih presisi. Riset daerah menjadi fondasi utama agar setiap rupiah yang digelontorkan dalam APBD 2026 memiliki landasan akademik yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Rapat kerja ini menjadi langkah awal dalam memperkuat koordinasi demi mewujudkan kota yang inovatif. BRIDA optimis, dukungan kebijakan berbasis riset akan menjadi kunci bagi Makassar dalam meningkatkan daya saing daerah di kancah nasional. (*)
