Notif.news - Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten/kota di Sulawesi Selatan (Sulsel) dijadwalkan menggelar rapat pleno pada Kamis (9/1/2025) hari ini untuk menetapkan 14 pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih. Penetapan tersebut menandai berakhirnya seluruh rangkaian Pilkada Serentak 2024 di Sulawesi Selatan, sekaligus membuka babak baru bagi para pemimpin daerah yang terpilih.
Kepala daerah terpilih ini akan memimpin selama lima tahun mendatang, dengan tugas utama memajukan daerah masing-masing serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penetapan ini juga diharapkan menjadi momentum untuk mempererat persatuan di tengah masyarakat, mengingat adanya berbagai perbedaan pilihan politik selama proses Pilkada berlangsung.
Pengamat politik Universitas Hasanuddin, Profesor Sukri Tamma, memberikan pandangannya terkait hasil Pilkada yang akan ditetapkan. "Dalam tradisi demokrasi kita, hasil Pilkada harus diterima oleh semua pihak, karena itu adalah konsekuensi dari sebuah pemilihan yang transparan dan adil," ujar Sukri saat diwawancara pada Rabu (8/1/2025).
Sukri menekankan pentingnya menerima hasil Pilkada dengan lapang dada, meskipun dalam setiap pemilihan selalu ada pihak yang menang dan ada yang belum beruntung.
Sukri juga mengingatkan bahwa hasil Pilkada seharusnya tidak menjadi alasan untuk memecah belah masyarakat. "Semua pihak harus tetap menjaga persatuan dan fokus pada kemajuan daerah," tambahnya.
Ia mengimbau agar masyarakat yang mendukung pasangan calon yang terpilih, serta mereka yang tidak berhasil, untuk tetap berkolaborasi demi kemajuan bersama.
Sukri menjelaskan bahwa baik pemenang maupun yang belum berhasil tetaplah bagian dari masyarakat daerah tersebut. "Baik yang mendukung pemenang maupun yang belum menang adalah sama-sama warga daerah. Jadi, semua harus menjadi bagian dari pembangunan daerah," tegasnya.
Dalam hal ini, pemenang Pilkada diminta untuk merangkul semua pihak, bukan hanya mendengarkan suara pendukung mereka saja.
Ia juga mengingatkan bahwa pemimpin terpilih harus memahami peran besar mereka setelah terpilih. "Ketika seseorang menang, dia tidak lagi menjadi bupati atau wali kota hanya untuk pendukungnya, tetapi untuk seluruh masyarakat di wilayah tersebut. Oleh karena itu, mereka harus merangkul semua pihak," ujar Sukri.
Bagi kandidat yang tidak berhasil, Sukri meminta agar mereka tetap berkontribusi positif bagi daerahnya. "Kekalahan saat ini bukanlah akhir dari segalanya. Masih ada kesempatan di masa depan untuk bersaing. Namun, untuk saat ini, yang terpenting adalah menjaga kedamaian dan berfokus pada kemajuan daerah, bukan menciptakan konflik," ujarnya.
Sebagian proses Pilkada di Sulsel juga sempat melewati tahap sengketa di Mahkamah Konstitusi (MK). Prof. Sukri menegaskan bahwa putusan MK merupakan keputusan terakhir yang mengakhiri seluruh proses hukum terkait Pilkada. "Putusan MK itu adalah ujung dari proses gugatan Pilkada. Keputusan tersebut bersifat final dan mengikat," jelasnya.
Sukri mengingatkan bahwa sebagai warga negara yang taat hukum, seluruh pihak harus menerima putusan MK dengan lapang dada, meskipun mungkin ada yang merasa tidak puas. "Barangkali ada yang merasa tidak diuntungkan, tetapi itu adalah konsekuensi dari proses hukum yang transparan dan adil," tambahnya.
Lebih lanjut, Sukri juga menegaskan pentingnya sikap rendah hati bagi pemenang Pilkada. "Pemenang Pilkada tidak boleh bersikap jumawa. Pilkada adalah hasil dari proses kolektif seluruh masyarakat yang berhak memilih pemimpin terbaik untuk daerah mereka," ungkapnya.
Sikap merendah dan menghormati hasil demokrasi dianggap penting untuk memperkuat persatuan dan kerjasama di tingkat daerah.
Dengan penetapan hasil Pilkada ini, Sukri berharap masyarakat Sulsel dapat kembali bersatu dan merangkul perbedaan. "Harapannya, masyarakat dapat kembali bersatu, merangkul perbedaan, dan bersama-sama membangun daerah yang lebih baik," tambahnya.
Para kepala daerah terpilih diingatkan untuk menjadi pemimpin bagi semua warga, tanpa memandang perbedaan pilihan politik di masa lalu.
Penetapan hasil Pilkada yang dijadwalkan hari ini juga menjadi titik akhir dari perjalanan panjang yang dimulai dengan proses pemilu, penyelenggaraan kampanye, hingga tahapan penghitungan suara. Setelah penetapan hasil, para kepala daerah terpilih akan dilantik dan mulai menjalankan tugas mereka untuk memajukan daerah masing-masing.
Sukri menutup pernyataannya dengan ajakan untuk bersama-sama membangun Sulsel menuju masa depan yang lebih baik. "Mari kita akhiri perbedaan di Pilkada. Saatnya untuk bersama-sama membangun daerah demi masa depan yang lebih baik," pungkasnya.
Dengan penetapan kepala daerah terpilih, masyarakat Sulsel diharapkan dapat menjalin kerjasama yang lebih erat dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan pemberdayaan ekonomi daerah. Kepala daerah yang terpilih memiliki tanggung jawab besar untuk mewujudkan program-program yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan. (*)
