MAKASSAR, Notif.News – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan komitmennya untuk mempercepat ritme pembangunan dan pelayanan publik. Hal ini disampaikan saat melantik 27 Pejabat Administrator dan Pengawas di Ruang Sipakatau, Kantor Wali Kota Makassar, Senin (2/3/2026).
Dalam arahannya, pria yang akrab disapa Appi ini memberikan ultimatum keras kepada seluruh jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Ia meminta para pejabat bergerak lebih responsif dan tidak lagi menunda penyelesaian persoalan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
"Kalau di posisi lama Bapak/Ibu sudah baik, maka di posisi baru harus lebih istimewa. Proses transisi harus cepat dan langsung memberikan dampak nyata pada pembangunan," tegas Munafri di hadapan para pejabat yang dilantik.
Reposisi ini disebut sebagai langkah strategis untuk penyegaran organisasi. Munafri menekankan bahwa mutasi jabatan adalah mekanisme normal birokrasi demi memastikan setiap lini pemerintahan berjalan optimal tanpa hambatan administratif.
Sorotan khusus diberikan pada Dinas Pekerjaan Umum (PU) yang mendominasi pelantikan kali ini. Mengingat banyaknya program prioritas di sektor infrastruktur, Munafri mengingatkan agar tidak ada pekerjaan yang mangkrak akibat keraguan atau kesalahan manusia (human error).
Wali Kota juga menginstruksikan agar jabatan yang masih berstatus Pelaksana Tugas (Plt) di lingkup PU segera didefinitifkan. Langkah ini krusial untuk mempercepat proses pengadaan barang dan jasa serta menghindari penumpukan serapan anggaran di akhir tahun.
“Saya mau semua berjalan cepat. Jangan tunggu di ujung tahun baru mengejar serapan anggaran. Kita harus berlari kencang sejak awal,” imbuh Munafri dengan nada serius.
Selain infrastruktur, sektor kesehatan turut menjadi atensi. RSUD Daya diminta bertransformasi menjadi wajah pelayanan kesehatan pemerintah yang kredibel dengan meningkatkan mutu layanan serta kepercayaan masyarakat.
Munafri juga mendorong para kepala SKPD untuk menerapkan kepemimpinan yang kuat (strong leadership). Soliditas internal menjadi kunci agar setiap program lintas perangkat daerah dapat terlaksana tanpa tumpang tindih kewenangan.
Ia pun meminta setiap persoalan organisasi diselesaikan secara internal. Bagi Munafri, keutuhan setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) adalah cerminan profesionalisme dalam merawat "rumah besar" bernama Kota Makassar.
Mengenai kekosongan jabatan lain, termasuk kepala sekolah dan kepala puskesmas, Munafri memastikan proses simulasi terus berjalan. Pemerintah kota akan segera mengisi posisi strategis tersebut setelah mendapatkan pertimbangan teknis yang diperlukan.
Dalam kesempatan tersebut, Munafri juga menunjuk Kepala Dinas PPKB, A. Irwan Bangsawan, sebagai Plt Asisten I Pemerintah Kota Makassar. Penunjukan ini diharapkan mampu mengisi kekosongan pimpinan administratif di lingkup Setda.
Para pejabat yang dilantik berasal dari berbagai instansi, mulai dari Dinas Kesehatan, Perhubungan, hingga aparat kewilayahan. Keragaman ini menunjukkan upaya penataan menyeluruh di berbagai sektor pelayanan dasar warga.
Menutup arahannya, Wali Kota mengingatkan bahwa sumpah jabatan bukan sekadar formalitas. Ia menekankan keseimbangan antara hak dan kewajiban sebagai komitmen moral aparatur sipil negara dalam melayani rakyat. (*)