News

Layanan Tanpa Antre, Camat Panakkukang Inisiasi Pengantaran Dokumen ke Rumah Warga

MAKASSAR, Notif.News – Camat Panakkukang, Syahril, berkomitmen melakukan transformasi radikal dalam sistem pelayanan publik di wilayahnya. Melalui inovasi digital, masyarakat Panakkukang nantinya tidak perlu lagi datang dan mengantre di kantor kelurahan maupun kecamatan untuk mengurus dokumen administratif yang bersifat mendesak.

Terobosan ini menyasar efisiensi layanan seperti pengurusan surat keterangan tidak mampu, surat kematian, hingga penggantian KTP yang hilang atau rusak. Sistem baru ini memanfaatkan platform WhatsApp Web sebagai pintu utama pendaftaran, yang dirancang untuk memangkas prosedur birokrasi yang selama ini dinilai berbelit.

“Kami instruksikan seluruh lurah untuk berinovasi. Pelayanan yang sifatnya urgensi tidak perlu lagi mewajibkan warga datang ke kantor. Cukup daftar lewat sistem, dokumen yang selesai akan kami antarkan langsung ke rumah,” ujar Syahril usai rapat kerja bersama Komisi A DPRD Makassar, Senin (20/4/2026).

Untuk mendukung mobilitas layanan antar-jemput berkas tersebut, pihak kecamatan kini tengah mengusulkan pengadaan kendaraan operasional roda dua kepada DPRD Kota Makassar. Armada ini nantinya akan menjadi ujung tombak distribusi dokumen agar tepat waktu sampai di tangan masyarakat.

Mantan Kabag Humas DPRD Makassar ini optimistis bahwa skema pelayanan jemput bola ini akan sangat membantu kelompok rentan, seperti lansia dan penyandang disabilitas. Selain itu, warga yang memiliki kesibukan tinggi kini tetap bisa mendapatkan hak administratifnya tanpa mengganggu aktivitas pekerjaan.

Langkah ini dipandang sebagai upaya modernisasi tata kelola pemerintahan di tingkat kecamatan yang lebih humanis. Fokus utama Syahril adalah menciptakan birokrasi yang sigap dan solutif, sekaligus menekan kerumunan di ruang-ruang publik kantor pemerintahan.

Inisiatif ini pun mendapat respons positif karena dianggap menjawab tantangan zaman di era digital. Dengan integrasi teknologi dan layanan fisik, Kecamatan Panakkukang menargetkan standar baru dalam pelayanan prima yang benar-benar berpihak pada kebutuhan mendasar masyarakat.

Syahril menekankan bahwa integritas petugas di lapangan akan menjadi kunci kesuksesan program ini. Pihaknya akan melakukan pengawasan ketat agar layanan antar dokumen tetap berjalan transparan tanpa adanya pungutan tambahan bagi warga yang menggunakan fasilitas tersebut.

Harapannya, keberhasilan di Panakkukang dapat menjadi rujukan bagi kecamatan lain di Makassar untuk menerapkan pola serupa. Transformasi ini menjadi bukti bahwa inovasi tidak selalu memerlukan anggaran besar, melainkan kemauan untuk mengubah pola pikir pelayan publik.

Melalui sinergi dengan legislatif dalam hal pengadaan armada, Syahril menargetkan program ini dapat segera dirasakan manfaatnya secara luas. Penataan sistem ini sekaligus menjadi kado bagi warga Panakkukang menuju kota metropolitan yang lebih inklusif dan efisien.

Optimisme ini ditutup dengan komitmen untuk terus mengevaluasi kendala teknis di lapangan. Panakkukang bersiap menjadi garda terdepan dalam mewujudkan pelayanan publik yang cepat, akurat, dan langsung menyentuh pintu rumah warga. (*)