MAKASSAR, Notif.News – Komisi C DPRD Kota Makassar mendesak pemerintah kota segera mengimplementasikan penanganan banjir yang sistematis dan berjenjang. Wilayah dengan kontur tanah rendah seperti Antang dan Manggala menjadi sorotan utama karena kerap terendam genangan setiap kali hujan deras melanda.
Sekretaris Komisi C, Ray Suryadi Arsyad, menekankan pentingnya sinergi antara Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Dinas Perumahan untuk memprioritaskan perbaikan infrastruktur drainase. Ia mendorong optimalisasi alat berat, seperti excavator amfibi, guna mengeruk sedimen di kanal-kanal besar yang menjadi penampung utama debit air.
Ray merincikan bahwa pengelolaan drainase memiliki pembagian kewenangan yang jelas: kecamatan bertanggung jawab pada saluran lebar 50–100 cm, sementara saluran lebih kecil menjadi tugas kelurahan. Ketegasan gerak bersama dari tingkat kota hingga akar rumput dinilai menjadi kunci efektivitas antisipasi bencana.
DPRD juga telah menyampaikan aspirasi krusial ini langsung kepada Wali Kota Makassar agar isu banjir tetap menjadi perhatian utama. Namun, Ray mengingatkan bahwa tugas pemerintah tidak hanya sebatas membersihkan saluran, melainkan harus membangun sistem yang berkelanjutan bersama warga.
Selain faktor kesadaran masyarakat, Komisi C menyoroti keterbatasan sarana pendukung kebersihan dan sistem pengangkutan sampah yang belum optimal. Kehadiran perangkat RT/RW pun dituntut lebih aktif mengedukasi warga agar fungsi drainase tetap terjaga dan tidak tersumbat limbah domestik.
