NASIONAL

Menteri Pertanian Amran Sulaiman Kecam Praktik Impor Singkong yang Merugikan Petani Lokal

Makassar (Notif.news) - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan kemarahannya terhadap importir singkong yang lebih memilih produk luar negeri daripada mendukung petani lokal. Menurut Amran, tindakan tersebut tidak hanya merugikan petani dalam negeri, tetapi juga mencerminkan sikap yang mengkhianati bangsa dan mengabaikan kesejahteraan petani Indonesia.

"Ini kami dengar di Lampung terkait harga singkong. Kami akan undang industri, undang petaninya. Kami minta kepada importir, tegas, jangan zalimi petani," ujar Amran dalam keterangan resmi, Jumat (24/1).

Pernyataan ini disampaikan setelah ribuan petani singkong dari tujuh kabupaten di Lampung menggelar aksi protes terhadap pabrik pengolahan tapioka.

Para petani menuntut agar perusahaan menaikkan harga beli singkong sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB), yakni Rp1.400 per kilogram (kg). Harga yang rendah disinyalir terjadi akibat masuknya impor tapioka yang menekan harga pasar lokal. Amran menilai praktik impor yang tidak terkendali ini mengancam kedaulatan pangan serta merugikan petani kecil.

Amran menegaskan bahwa preferensi terhadap impor produk pangan menunjukkan kurangnya rasa cinta terhadap bangsa. "Mengimpor produk pangan dari negara lain lebih dari produk dalam negeri, diragukan patriotismenya. Tandanya itu mereka lebih sayang petani luar," tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto berkomitmen melindungi petani kecil dan memastikan kesejahteraan mereka. “Kesejahteraan petani adalah prioritas pemerintah, dan kami akan terus berupaya untuk memastikan mereka tidak tertinggal,” lanjutnya.

Amran menekankan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam melihat praktik yang merugikan petani Indonesia. Salah satu langkah yang diambil adalah dengan mengundang industri dan petani untuk berdialog guna menemukan solusi terbaik.

Selain itu, Amran mengakhiri pernyataannya dengan mengingatkan bahwa siapa pun yang menzalimi petani Indonesia sama saja dengan menzalimi rakyat Indonesia secara keseluruhan. "Menzalimi petani, menzalimi rakyat Indonesia itu adalah pengkhianat bangsa," ujarnya.

Pernyataan tegas Amran ini diharapkan dapat menjadi sinyal bagi para importir untuk lebih mendukung produk lokal, khususnya dalam sektor pertanian yang memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan petani Indonesia. Pemerintah pun akan terus mengawal isu ini agar tidak ada pihak yang merugikan petani dalam negeri. (*)