MAKASSAR, Notif.news – Ketua Umum PB PORDI, Andi Jamaro Dulung, resmi menunjuk Sekjen Profesor Mansyur Ahmad sebagai caretaker Ketua Pengprov PORDI Sulawesi Selatan. Langkah darurat ini diambil menyusul kegagalan Musyawarah Provinsi (Musyprov) di Palopo yang berakhir buntu atau deadlock.
Kekisruhan bermula saat Musyprov yang digelar 27-28 Desember 2025 memanas. Di tengah tensi tinggi, jajaran pengurus provinsi bersama panitia (SC dan OC) meninggalkan lokasi, sehingga mekanisme organisasi tidak berjalan sesuai prosedur.
Andi Jamaro menjelaskan bahwa meski sidang sempat dilanjutkan oleh pengurus pusat, ketiadaan pelaksana di lokasi membuat keputusan penting tidak bisa diambil. Hal ini memaksa PB PORDI untuk mengintervensi demi menyelamatkan organisasi.
Status deadlock ditetapkan karena tidak adanya laporan pertanggungjawaban, penyusunan program kerja, hingga gagalnya pemilihan ketua baru. Kewenangan PB yang semula hanya sebagai pengawas kini berubah menjadi pengendali penuh.
Keputusan resmi PB PORDI menetapkan Musyprov Sulsel dinyatakan gagal total. Dengan ketetapan ini, seluruh kepengurusan PORDI Sulsel periode sebelumnya resmi dinyatakan demisioner atau tidak lagi menjabat.
Selain membubarkan pengurus, PB PORDI juga membubarkan struktur Steering Committee dan Organizing Committee. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada kekosongan kepemimpinan yang dapat menghambat roda organisasi di daerah.
Kepemimpinan sementara kini berada di bawah kendali langsung Pengurus Besar. Struktur caretaker dibentuk untuk mempersiapkan transisi organisasi yang lebih stabil dan sesuai dengan AD/ART perkumpulan olahraga domino tersebut.
Profesor Mansyur Ahmad didampingi Ma'ruf sebagai Wakil Ketua dan Dr. Wahyu Erfandi sebagai Sekretaris dalam tim caretaker. Surat Keputusan (SK) penunjukan ini dilaporkan akan segera terbit dalam waktu dekat.
Intervensi pusat ini dianggap krusial untuk menjaga kredibilitas PORDI di Sulawesi Selatan. Andi Jamaro menekankan bahwa langkah ini adalah bentuk tanggung jawab pusat terhadap dinamika yang terjadi di tingkat wilayah.
Dengan diambil alihnya kepemimpinan, PORDI Sulsel diharapkan segera melakukan rekonsiliasi. Fokus utama tim caretaker adalah menggelar kembali Musyprov ulang yang lebih kondusif bagi seluruh anggota. (*)
