Makassar (Notif.news) - Kasus penembakan terhadap pengacara Rudy S. Gani (49) yang terjadi di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan pada malam pergantian tahun 2024-2025 masih belum terungkap. Hingga kini, pihak kepolisian setempat, melalui Polda Sulsel, sedang berupaya mengungkap pelaku sembari memastikan keselamatan keluarga korban dan saksi-saksi yang terlibat. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto.
Didik menegaskan bahwa selain memfokuskan perhatian pada penyelidikan, pihak kepolisian juga berkomitmen memberikan perlindungan kepada keluarga korban dan saksi-saksi untuk mencegah ancaman lebih lanjut. Menurut Didik, pihaknya telah memastikan bahwa keluarga Rudy S. Gani mendapatkan pengamanan yang memadai selama proses penyelidikan berjalan.
“Kami akan menjamin keselamatan keluarga korban dan juga memberikan perlindungan kepada saksi-saksi yang terlibat. Nama-nama saksi akan dirahasiakan demi menghindari potensi ancaman,” ujar Kombes Pol Didik pada Jumat (3/1/2025).
Pihak kepolisian juga sedang memantau daerah sekitar lokasi kejadian untuk mendalami lebih lanjut informasi yang mungkin membantu proses pengungkapan kasus tersebut.
Dalam proses penyelidikan, salah satu upaya yang sedang dilakukan oleh pihak kepolisian adalah mencari rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian. Meskipun lokasi kejadian berada di kawasan perkampungan, polisi tetap optimis dapat menemukan bukti yang diperlukan untuk memberikan petunjuk tambahan terkait pelaku penembakan.
“CCTV masih kami lakukan pemeriksaan. Karena lokasi kejadian berada di perkampungan, kami berharap bisa menemukan rekaman yang dapat membantu dalam penyelidikan,” kata Didik.
Pada pemeriksaan awal, polisi menemukan proyektil yang diduga menjadi penyebab luka pada tubuh korban. Namun, setelah melalui analisis forensik, ditemukan bahwa senjata yang digunakan dalam penembakan tersebut bukanlah senjata api melainkan senapan angin. Menurut Kombes Pol Didik, temuan ini memberikan petunjuk baru yang berharga.
"Proyektil yang ditemukan di tubuh korban menunjukkan bahwa senjata yang digunakan adalah senapan angin, bukan senjata api. Peluru yang ditemukan berukuran 8 milimeter," ungkap Didik.
Insiden penembakan yang menewaskan pengacara Rudy S. Gani terjadi pada malam pergantian tahun, tepatnya pada Senin (31/12/2024). Saat kejadian, Rudy sedang berada di rumah bersama istri dan keluarga. Menurut penuturan saksi-saksi, mereka tengah menunggu pergantian tahun ketika tiba-tiba terdengar suara ledakan dari luar. Tak lama setelah itu, Rudy terjatuh dan mengalami luka tembak yang cukup parah.
Di saat yang sama, keluarga Rudy langsung membawa korban ke Puskesmas terdekat, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan. Hasil otopsi mengungkapkan bahwa korban mengalami luka tembak yang serius di bawah mata kanan, dengan peluru bersarang di tulang lehernya. Pihak kepolisian kemudian melakukan serangkaian pemeriksaan lanjutan guna mengidentifikasi jenis senjata yang digunakan dan untuk mencari jejak pelaku.
Sejauh ini, penyidik telah memeriksa 11 orang saksi terkait insiden ini. Pihak Polres setempat juga telah membentuk tim gabungan dengan Polda Sulsel untuk mendalami lebih jauh kasus penembakan ini.
“Kami telah memeriksa 11 orang saksi. Selain itu, tim gabungan dari Polda Sulsel juga sudah diturunkan untuk membantu proses penyelidikan lebih lanjut,” tambah Kombes Pol Didik.
Saksi-saksi yang telah diperiksa memberikan keterangan yang beragam mengenai kejadian tersebut, namun hingga saat ini belum ada petunjuk yang mengarah pada identitas pelaku. Pihak kepolisian tetap berusaha untuk mendapatkan bukti-bukti yang dapat mengarah pada penangkapan pelaku, termasuk dengan memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.
Sementara itu, pihak keluarga korban juga berharap agar pihak kepolisian segera mengungkap siapa yang bertanggung jawab atas penembakan tersebut. Mereka sangat mengharapkan keadilan bagi almarhum Rudy S. Gani, yang dikenal sebagai seorang pengacara yang berintegritas.
"Dalam situasi seperti ini, kami hanya bisa berharap agar pihak kepolisian dapat segera mengungkap siapa yang melakukan penembakan ini. Kami percaya pada proses hukum yang sedang berlangsung," kata salah seorang kerabat keluarga korban.
Polisi juga terus mengejar pelaku yang diduga menggunakan senapan angin dalam aksinya. Meskipun senapan angin tidak menghasilkan suara ledakan sekeras senjata api, namun proyektil yang ditembakkan cukup mematikan dan menyebabkan luka yang fatal pada korban.
"Saat ini kami masih dalam proses penyelidikan dan pengejaran pelaku. Kami berharap agar masyarakat juga dapat memberikan informasi yang dapat membantu pengungkapan kasus ini," pungkas Didik.
Polda Sulsel berharap, dalam waktu dekat, pihak kepolisian dapat menemukan petunjuk lebih lanjut yang dapat mempercepat pengungkapan kasus ini dan menangkap pelaku penembakan. Pihak kepolisian juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk mendalami lebih jauh kasus yang menyita perhatian publik ini. (*)
