MAKASSAR, Notif.News – Suasana duka mendalam menyelimuti Pemerintah Kota Makassar atas berpulangnya Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Andi Muhammad Yasir. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memimpin langsung upacara pelepasan jenazah di rumah duka, Jalan Andi Mangerangi, Sabtu (28/2/2026).
Upacara pemberangkatan ini menjadi bentuk penghargaan tertinggi atas dedikasi almarhum yang telah mengabdi selama 37 tahun di birokrasi. Di hadapan pelayat dan jajaran Forkopimda, Munafri menyebut almarhum sebagai sosok aparatur sipil negara (ASN) yang menjadi teladan dalam loyalitas dan integritas.
"Almarhum adalah pekerja keras yang memiliki integritas tinggi. Beliau merupakan sosok ramah yang mudah bergaul dengan siapa saja, baik sebagai pejabat publik maupun kepala keluarga yang bertanggung jawab," ujar Munafri yang akrab disapa Appi.
Andi Muhammad Yasir mengembuskan napas terakhir pada usia 59 tahun di RSKD Dadi Makassar. Kariernya di Pemkot Makassar terbilang cemerlang, dimulai dari bawah hingga menduduki posisi puncak sebagai Asisten I Setda Kota Makassar sejak tahun 2021.
Rekam jejak almarhum mencerminkan sosok pamong senior yang ditempa pengalaman lapangan. Beliau pernah memimpin tiga kecamatan besar yakni Biringkanaya, Mamajang, dan Rappocini, sebelum akhirnya dipercaya memimpin berbagai dinas strategis di lingkup pemerintah kota.
Lulusan magister Universitas Gadjah Mada ini juga tercatat pernah mengemban amanah sebagai Penjabat Sekretaris Daerah. Atas pengabdian panjangnya, almarhum dianugerahi tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya 20 Tahun dari Pemerintah Republik Indonesia.
Dalam sambutannya, Wali Kota mengajak seluruh ASN untuk melanjutkan nilai-nilai pengabdian yang telah ditanamkan almarhum. Ia menekankan bahwa profesionalisme dan komunikasi lintas sektor yang dibangun almarhum harus menjadi warisan bagi birokrasi Makassar.
"Menjadi kewajiban kita semua untuk melanjutkan cita-cita dan pengabdian beliau bagi kota ini. Mari kita iringi kepergian almarhum dengan doa terbaik," tambah Munafri dengan nada penuh keikhlasan.
Prosesi pelepasan berlangsung khidmat diiringi isak tangis keluarga dan kerabat dekat. Setelah upacara selesai pada pukul 15.10 Wita, jenazah segera diberangkatkan menuju Masjid Raya Makassar untuk dishalatkan secara berjamaah.
Jenazah almarhum akhirnya dihantarkan ke tempat peristirahatan terakhir di TPU Panaikang, Kecamatan Panakkukang. Kepergian birokrat berpangkat Pembina Utama Madya (IV/d) ini meninggalkan kekosongan besar di jajaran pimpinan tinggi pratama Pemkot Makassar.
Pemerintah Kota Makassar secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila terdapat kekhilafan almarhum semasa hidup. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari adab melepas kepergian seorang pemimpin dan rekan sejawat yang dihormati.
Warisan dedikasi Andi Muhammad Yasir kini menjadi catatan sejarah penting dalam tata kelola pemerintahan di Kota Daeng. Selamat jalan pamong sejati, baktimu akan selalu dikenang dalam perjalanan pembangunan Kota Makassar. (*)
