DPRD MAKASSAR

Penyegaran Birokrasi Makassar: DPRD Dorong Job Fit Berbasis Kinerja dan Bebas Kepentingan

MAKASSAR, Notif.News – Pemerintah Kota Makassar bersiap melakukan job fit atau uji kesesuaian jabatan bagi pejabat struktural pada awal tahun 2026. Langkah strategis ini mencakup evaluasi kinerja ASN, rotasi camat, hingga pengisian sejumlah posisi strategis yang selama ini masih lowong untuk mengoptimalkan roda pemerintahan.

Rencana besar ini mendapat dukungan sekaligus catatan serius dari DPRD Makassar. Sekretaris Komisi A DPRD Makassar, Irwan Djafar, menekankan bahwa job fit seharusnya diawali dengan penilaian kinerja yang menyeluruh terhadap seluruh ASN, bukan hanya menyasar level pimpinan wilayah seperti camat.

Menurut Irwan, evaluasi mendalam sangat diperlukan untuk memetakan dedikasi para aparatur. Ia mencermati adanya disparitas tanggung jawab di lapangan, di mana sebagian ASN bekerja setulus hati, namun ada pula yang justru memanfaatkan jabatan untuk kepentingan pribadi.

"Kita harus melihat kinerja secara objektif. Jangan sampai ada pegawai yang setelah mendapat jabatan hanya fokus mengurus diri sendiri dan mengabaikan tanggung jawab utamanya dalam pelayanan publik," ujar Irwan, Kamis (5/2/2026).

Politisi ini menegaskan bahwa rotasi dan job fit yang direncanakan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, tidak boleh dipandang sebagai bentuk hukuman. Sebaliknya, kebijakan ini adalah instrumen penyegaran organisasi demi memberikan ruang bagi ASN berprestasi.

Terkait perluasan cakupan job fit hingga ke level eselon III, Irwan menilai hal tersebut merupakan langkah yang sah. Menurutnya, selama tujuannya adalah menempatkan figur yang kompeten pada posisi yang tepat, kebijakan tersebut justru akan memperkuat struktur birokrasi.

Irwan juga memberikan apresiasi terhadap pola kepemimpinan Wali Kota Munafri dalam menata birokrasi. Ia menilai proses rotasi yang dilakukan selama ini menunjukkan sikap kepemimpinan yang objektif, profesional, serta jauh dari kepentingan politik pribadi atau sentimen masa lalu.

"Pak Wali Kota saat ini menggambarkan sosok pemimpin yang bekerja tanpa dendam. Penempatan pejabat dilakukan berdasarkan kapasitas, yang terlihat dari rotasi eselon II dan III sebelumnya," tambah Irwan memberikan pujian.

Indikator keberhasilan penempatan pejabat tersebut, menurutnya, sudah mulai terlihat dari etos kerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Salah satu tandanya adalah tingginya antusiasme para pejabat saat menghadiri rapat koordinasi bersama pihak legislatif.

Respon positif dan semangat akselerasi yang ditunjukkan para pejabat baru menjadi sinyal bahwa birokrasi Makassar sedang dalam tren positif. Irwan berharap semangat ini bukan sekadar euforia sesaat setelah pelantikan, melainkan komitmen kerja jangka panjang.

DPRD Makassar berkomitmen untuk terus mengawal proses transisi jabatan ini agar tetap transparan dan sesuai regulasi. Langkah ini penting guna memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan prima tanpa hambatan birokrasi yang kaku.

Dengan penempatan figur yang tepat melalui job fit, Pemerintah Kota Makassar diharapkan mampu berlari lebih kencang dalam merealisasikan program pembangunan tahun ini. Profesionalisme ASN menjadi kunci utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan melayani. (*)