HUKUM

Perebutan Kursi Ketua DPD I Golkar Sulsel Memanas, Beberapa Kader Siap Bertarung di Musda 2025

MAKASSAR (Notif.news) – Meski Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar di Sulawesi Selatan (Sulsel) baru akan digelar pada April 2025, namun sejumlah kader sudah mulai menunjukkan minatnya untuk bertarung merebutkan kursi Ketua DPD I Golkar Sulsel. Beberapa nama yang mencuat sebagai calon ketua antara lain Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, Wakil Ketua DPRD Sulsel Rahman Pina, Mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin, dan Ketua DPD II Golkar Makassar Munafri Arifuddin. Nama Taufan Pawe, Ketua DPD I Golkar Sulsel saat ini, juga tidak ketinggalan, meski masa jabatannya akan segera berakhir.

Sekretaris DPD I Golkar Sulsel, Marzuki Wadeng, menjelaskan bahwa gelaran Musda 2025 masih menunggu petunjuk pelaksanaan (juklak) dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar. Oleh karena itu, hingga saat ini, DPD I Golkar Sulsel belum membentuk kepanitiaan dan mengeluarkan Surat Keputusan (SK) untuk Organizing Committee (OC) dan Steering Committee (SC) yang akan bertugas dalam pelaksanaan Musda. Marzuki juga menambahkan bahwa pembentukan kepanitiaan tersebut akan dilakukan segera setelah juklak dikeluarkan oleh DPP Golkar.

“Musda masih menunggu juklak. Pembentukan OC dan SC pelaksanaan Musda harus menunggu petunjuk dari DPP Golkar,” ujar Marzuki dalam keterangannya, Jumat (6/12/2024). Ia juga menyebutkan bahwa Musda DPD I Golkar Sulsel harus sudah digelar paling lambat pada April 2025 untuk mempersiapkan pengurus menghadapi Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

Meskipun Musda masih menunggu juklak dari DPP, Marzuki menambahkan bahwa aturan syarat pencalonan Ketua DPD I Golkar Sulsel sudah diatur dalam AD/ART partai. Salah satu syaratnya adalah calon ketua harus sudah pernah menjadi pengurus Golkar di level yang lebih rendah. Menurutnya, beberapa kader Golkar sudah mulai mempersiapkan diri untuk maju sebagai calon ketua DPD I, meskipun nama-nama yang akan maju belum dapat dipastikan.

Sejumlah nama yang digadang-gadang berpotensi maju sebagai Ketua DPD I Golkar Sulsel di antaranya adalah Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, Wakil Ketua DPRD Sulsel Rahman Pina, Mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin, dan Ketua DPD II Golkar Makassar Munafri Arifuddin. Selain itu, beberapa nama lain yang juga disebut-sebut berpotensi maju adalah Ketua DPD II Golkar Bone Andi Fahsar M. Padjalangi, mantan anggota DPR RI Supriansa, serta Taufan Pawe yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPD I Golkar Sulsel.

Sementara itu, mantan Wakil Ketua Umum DPP Golkar, Prof. Dr. Nurdin Halid (NH), memberikan dukungannya kepada beberapa nama yang dinilai layak menggantikan Taufan Pawe sebagai Ketua DPD I Golkar Sulsel. NH menyebutkan tiga nama yang dianggap cocok untuk memimpin Golkar Sulsel di masa depan, yakni Adnan Purichta Ichsan, Ilham Arief Sirajuddin, dan Munafri Arifuddin.

"Jadi, tiga nama ini saya nilai cocok. IAS (Ilham Arief Sirajuddin) senior Partai Golkar, Adnan dua periode jadi bupati, Appi (Munafri Arifuddin) ini wali kota terpilih. Jadi, tiga-tiganya sangat memenuhi syarat," ungkap Nurdin Halid dalam wawancaranya.

Terkait persiapan Musda, Wakil Ketua DPD I Golkar Sulsel yang juga senior Golkar, Nasran Mone, menegaskan bahwa pasca Pilkada 2024, panitia Musda harus segera dibentuk agar persiapan gelaran Musda Golkar Sulsel dapat dilakukan dengan matang. Menurutnya, DPP Golkar yang baru saja melaksanakan Musyawarah Nasional (Munas) diharapkan segera mengeluarkan petunjuk teknis untuk pelaksanaan Musda.

"Pilkada sudah selesai, kita masuk agenda Musda Golkar Sulsel. DPP juga sudah melewati Munas, jadi bisa keluarkan juknis segera mungkin Musda dilaksanakan," kata Nasran Mone, yang juga mantan anggota DPRD Kota Makassar selama tiga periode. Ia juga menyoroti persaingan yang semakin ketat antara partai-partai politik untuk memenangkan Pileg dan Pilkada 2024, yang menjadikan tantangan bagi Golkar Sulsel untuk mempersiapkan diri dengan baik.

Menurut Nasran Mone, di tengah persaingan yang ketat tersebut, Golkar Sulsel harus lebih jeli dalam memilih figur yang akan duduk sebagai Ketua DPD I. Ia berpendapat bahwa calon ketua DPD I Golkar Sulsel harus memiliki pengalaman dan prestasi di bidang legislatif atau eksekutif.

"Ke depan tantangannya lebih sengit. Semua partai ingin menang di Pileg dan Pilkada tahun mendatang. Maka untuk duduk di kursi Ketua DPD I Golkar Sulsel, sudah tentu harus punya pengalaman dan prestasi di legislatif atau eksekutif," lanjut Nasran Mone. Ia menyebutkan beberapa kader yang dinilai layak memimpin Golkar Sulsel di masa depan, antara lain Munafri Arifuddin, Ilham Arief Sirajuddin, dan Rahman Pina.

Nasran juga berpendapat bahwa Taufan Pawe, yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPD I Golkar Sulsel, sebaiknya fokus pada tugasnya di DPR RI dan tidak mencalonkan diri lagi untuk periode berikutnya. "Pak TP seharusnya konsentrasi di Senayan, tidak perlu calon Ketua DPD I. Pikir regenerasi, apalagi punya pengalaman di Pemerintahan. Jadi, tentu bisa berbuat banyak hal untuk masyarakat di Sulsel lewat DPR RI," tuturnya.

Taufan Pawe, yang menjabat sebagai Ketua DPD I Golkar Sulsel, telah mengabdi sebagai kepala daerah di Kota Parepare dan kini duduk sebagai anggota DPR RI. Ia menjadi salah satu figur penting dalam politik Sulsel, meskipun masa jabatannya sebagai Ketua DPD I Golkar Sulsel akan segera berakhir. Meski demikian, ia belum memberikan kepastian mengenai apakah akan mencalonkan diri kembali untuk posisi tersebut dalam Musda 2025.

Sementara itu, dinamika politik di Golkar Sulsel diperkirakan akan semakin menarik menjelang Musda. Dengan sejumlah kader potensial yang sudah mulai menyiapkan diri untuk maju, persaingan perebutan kursi Ketua DPD I Golkar Sulsel dipastikan akan berlangsung sengit. Siapapun yang terpilih nanti akan memimpin Golkar Sulsel dalam menghadapi berbagai tantangan politik, termasuk persiapan untuk Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

Namun, yang pasti, seluruh kader Golkar di Sulsel berharap agar Musda 2025 dapat dilaksanakan dengan lancar dan menghasilkan kepemimpinan yang solid untuk menghadapi berbagai tantangan politik ke depan. (*)