MAKASSAR, Notif.news – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memberikan pesan menyentuh sekaligus jenaka saat melantik Ketua TP PKK Kecamatan se-Kota Makassar di Baruga Anging Mamiri, Jumat (13/2/2026). Ia menekankan bahwa keharmonisan rumah tangga merupakan kunci utama bagi para camat untuk mencapai target kinerja di wilayah masing-masing.
Munafri, yang akrab disapa Appi, meminta para istri camat agar menjadi sistem pendukung (supporting system) yang solid. Ia berharap persoalan domestik tidak menjadi beban tambahan bagi para suami yang sudah menghadapi dinamika persoalan wilayah yang kompleks setiap harinya.
“Pak Camat punya banyak tugas di wilayahnya. Saya memohon kepada ibu-ibu PKK, tolong jangan ditambah lagi persoalan di rumah,” canda Munafri yang disambut tawa hadirin. Ia meyakini, dukungan penuh dari keluarga akan membuat para camat bekerja lebih fokus dan profesional.
Appi juga menyinggung pengaruh media sosial yang kerap memicu kesalahpahaman dalam keluarga. Menurutnya, fondasi keluarga yang kuat lahir dari sikap saling mengerti dan komunikasi yang sehat, bukan dari kecurigaan yang menghambat produktivitas kerja pasangan.
Mantan bos PSM ini menegaskan bahwa keutuhan keluarga adalah cermin bagi karakter anak. Ia berharap para orang tua konsisten menunjukkan kemesraan dan teladan yang baik di rumah sebagai titik awal pembentukan mental generasi mendatang yang berkualitas.
Lebih jauh, Munafri menaruh harapan besar pada peran strategis PKK dan Bunda PAUD dalam menyongsong Generasi Emas 2045. Asupan gizi yang baik dan pola asuh yang tepat di dalam keluarga dinilai sebagai fondasi dasar bagi ketahanan nasional di masa depan.
Hadir dalam acara tersebut Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, beserta jajaran camat. Pelantikan ini menjadi momentum konsolidasi untuk memastikan program pemberdayaan masyarakat di tingkat kecamatan berjalan selaras dengan visi pembangunan pemerintah kota.
Sebagai penutup, Munafri mengingatkan bahwa tidak ada rumah tangga yang luput dari masalah. Namun, ia menekankan bahwa komunikasi yang terbuka tetap menjadi kunci utama dalam menjaga integritas dan performa kerja para pejabat publik di lingkungan Pemerintah Kota Makassar. (*)
