MAKASSAR, Notif.News – Asosiasi Sekretaris Dewan DPRD Kabupaten/Kota Seluruh Indonesia (ASDEKSI) wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) resmi membentuk struktur kepengurusan baru. Pembentukan ini disepakati melalui forum Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang dihadiri oleh para Sekretaris Dewan (Sekwan) dari kedua provinsi tersebut.
Dalam forum tersebut, Sekwan DPRD Kabupaten Gowa terpilih secara aklamasi untuk menakhodai organisasi sebagai Ketua ASDEKSI Sulselbar. Sementara itu, posisi strategis sebagai Sekretaris dipercayakan kepada Sekwan DPRD Kota Makassar, Andi Rahmat Mappatoba.
Andi Rahmat menjelaskan bahwa ASDEKSI bukan sekadar wadah berkumpul, melainkan instrumen komunikasi taktis antar-kesekretariatan parlemen. Forum ini diproyeksikan menjadi ruang diskusi untuk mengurai berbagai isu serta persoalan administratif kedewanan yang kian dinamis di tingkat daerah.
“Wadah ini bertujuan menghimpun dan mendiskusikan berbagai regulasi serta isu terhangat di sekretariat DPRD masing-masing. Fokus kami adalah mencari solusi bersama atas setiap kendala yang dihadapi,” ujar Andi Rahmat, Senin (13/4/2026).
Pasca-rampungnya penyusunan struktur pengurus, agenda berikutnya adalah pelantikan resmi. Seluruh jajaran pengurus terjadwal akan dikukuhkan langsung oleh Dewan Pengurus Nasional (DPN) ASDEKSI yang berpusat di Kota Bandung dalam waktu dekat.
Mengenai mekanisme organisasi, Andi Rahmat menyebutkan bahwa masa jabatan di ASDEKSI bersifat ex-officio. Artinya, kedudukan di dalam organisasi ini melekat penuh secara hukum pada jabatan struktural ASN sebagai Sekretaris DPRD di daerah masing-masing.
Skema ini diterapkan untuk menjaga kesinambungan roda organisasi agar tidak vakum jika terjadi dinamika birokrasi. Apabila seorang pengurus terkena mutasi jabatan oleh kepala daerahnya, maka posisinya di ASDEKSI otomatis digantikan oleh pejabat baru.
“Jika ada pergeseran posisi Sekwan di daerah, maka pejabat baru yang ditunjuk otomatis akan masuk menggantikan di struktur kepengurusan asosiasi. Jadi, perputarannya sangat fleksibel mengikuti aturan birokrasi,” tambahnya secara perinci.
Guna memperlancar jalur komunikasi pasca-pelantikan, seluruh anggota rakerda sepakat menunjuk Kota Makassar sebagai pusat pergerakan organisasi. Penetapan lokasi sekretariat wilayah ini dinilai strategis dari segi aksesibilitas transportasi antarkabupaten.
“Kami sepakat menempatkan sekretariat regional di Makassar. Statusnya sebagai ibu kota provinsi dan pusat aktivitas utama di Sulsel akan membuat jalur koordinasi lintas daerah menjadi jauh lebih efektif dan cepat,” pungkas Andi Rahmat. (*)
