OLAH RAGA

Pratama Arhan Resmi Berpisah dengan Suwon FC, Meninggalkan K-League 1 Setelah Dua Pertandingan

Notif.news – Pemain Timnas Indonesia, Pratama Arhan, secara resmi mengumumkan perpisahannya dengan klub K-League 1, Suwon FC. Keputusan ini diambil setelah kontrak Arhan tidak diperpanjang oleh klub, meski hanya tampil dalam dua pertandingan bersama tim tersebut.

Pernyataan resmi mengenai perpisahan Arhan dengan Suwon FC diumumkan langsung melalui media sosial klub. Dalam unggahannya, Suwon FC menyampaikan, "Selamat tinggal pemain Suwon FC Jackson, Arhan, dan Sota yang meninggalkan tim. Klub tidak akan melupakan dedikasi para pemainnya baik di dalam maupun luar lapangan. Terima kasih," tulis klub dalam akun Instagram resminya.

Selama berada di Suwon FC, Pratama Arhan hanya memainkan dua pertandingan dengan total waktu bermain sekitar empat menit. Dalam dua kesempatan tersebut, Arhan tidak berhasil mencetak gol maupun assist. Meskipun kontribusinya di lapangan terbatas, Arhan tetap mencatatkan dirinya sebagai bagian dari liga kasta tertinggi sepakbola Korea Selatan.

Meski waktu bermain yang terbatas, kabar tentang gaji yang diterima oleh Arhan semasa bermain di K-League 1 menarik perhatian. Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) baru-baru ini merilis data rata-rata gaji tahunan pemain di K-League 1, yang memberikan gambaran mengenai pendapatan Arhan selama bergabung dengan Suwon FC.

Menurut data yang dipublikasikan oleh KFA, gaji tahunan rata-rata pemain di K-League 1 adalah sebesar 295.452.000 won, atau sekitar Rp3,4 miliar. Gaji tahunan rata-rata pemain domestik tercatat sekitar 231.588.000 won (Rp2,6 miliar), sementara untuk pemain asing, rata-rata gaji tahunan bisa mencapai 775.351.000 won (sekitar Rp9 miliar). Dengan informasi tersebut, sangat mungkin bahwa Arhan, sebagai pemain asing, mendapatkan gaji mendekati angka tersebut.

Dengan demikian, Arhan kemungkinan mendapatkan pendapatan yang fantastis selama masa kontraknya dengan Suwon FC, meskipun hanya tampil dalam waktu yang sangat terbatas. Gaji yang disebutkan belum termasuk kemungkinan bonus atau pendapatan dari endorsement yang mungkin diterima oleh Arhan selama berkarir di Korea Selatan. Hal ini menunjukkan bahwa meski perjalanannya di K-League 1 tidak panjang, Arhan tetap memperoleh keuntungan yang signifikan.

Sebagai pemain asing, Arhan tentu membawa sejumlah potensi untuk meningkatkan daya tarik liga, terutama karena statusnya sebagai pemain Timnas Indonesia. Pendapatan yang didapatkan Arhan selama berada di K-League 1 mencerminkan betapa besarnya nilai yang diberikan pada pemain asing di kompetisi sepak bola Korea Selatan.

Meski pengaruhnya di lapangan terbatas, langkah Arhan untuk bergabung dengan Suwon FC sempat memberikan harapan bagi para penggemar sepak bola Indonesia yang ingin melihat pemain lokal bermain di luar negeri. Keputusan untuk berpisah ini tentunya memberikan pelajaran berharga bagi Arhan dan juga para pemain muda Indonesia lainnya yang bercita-cita menembus liga-liga top dunia.

Kepindahan Arhan dari Suwon FC ini mungkin juga menjadi titik balik dalam karirnya, dengan banyak kemungkinan baru yang terbuka untuk pemain muda berbakat ini. Meskipun langkahnya di K-League 1 tidak berlanjut, Arhan bisa terus mengembangkan karirnya di klub lain, baik di Asia maupun di Eropa, dengan pengalaman internasional yang sudah didapatkan.

Ke depannya, Arhan diharapkan bisa tetap berkontribusi di Timnas Indonesia dan melanjutkan pengembangan karir profesionalnya. Dengan ketangguhan yang sudah terbukti di level domestik dan internasional, peluang bagi Arhan untuk meraih sukses lebih besar masih terbuka lebar.

Sementara itu, bagi Suwon FC, keputusan untuk berpisah dengan Arhan tentunya menjadi langkah yang strategis dalam menyusun kembali komposisi tim mereka. Walaupun peran Arhan di klub tersebut sangat terbatas, keputusan tersebut memberikan ruang bagi Suwon FC untuk mencari pemain yang lebih sesuai dengan kebutuhan tim mereka dalam jangka panjang.

Kabar perpisahan Pratama Arhan dengan Suwon FC ini menandai berakhirnya salah satu babak dalam perjalanan karirnya di luar negeri. Kini, Arhan dihadapkan pada tantangan baru dalam melanjutkan perjalanan profesionalnya sebagai pemain sepak bola, baik di level klub maupun Timnas Indonesia. (*)