Ogan Ilir (Notif.news) - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, didampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Zulkifli Hasan, memimpin kegiatan tanam padi serentak di 14 provinsi secara nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo turut serta dalam demonstrasi penanaman padi menggunakan drone pertanian, yang memungkinkan penyebaran benih secara efisien di lahan yang luas.
Presiden Prabowo mengapresiasi upaya berbagai pihak dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.
Berdasarkan laporan yang diterima, program ini diproyeksikan meningkatkan produksi beras Sumatera Selatan dari 3 juta ton menjadi 4 juta ton per tahun, atau peningkatan sebesar 25 persen. Presiden Prabowo menegaskan bahwa peningkatan ini akan memperkuat posisi Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.
Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya kesejahteraan petani sebagai produsen pangan utama. Beliau menyampaikan terima kasih kepada seluruh petani dan pemangku kepentingan yang berkontribusi dalam transformasi sektor pertanian. "Petani adalah pahlawan pangan bangsa. Jika pangan aman, negara pun aman," kata Presiden Prabowo.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyatakan bahwa penanaman serentak ini melibatkan 160 kabupaten di seluruh Indonesia, dengan target tanam 1,3 juta hektar pada bulan April. "Target produksi gabah bulan ini mencapai 7,5 juta ton, atau setara 3,5-4 juta ton beras, jauh di atas kebutuhan bulanan nasional," jelas Mentan Amran.
Khusus Sumatera Selatan, target produksi beras tahun ini adalah 3,7 juta ton, meningkat dari 2,9 juta ton tahun lalu. Mentan Amran juga melaporkan bahwa stok beras nasional mencapai 3 juta ton, tertinggi dalam 20 tahun terakhir. "Pemerintah telah memperbaiki irigasi di 2 juta hektar lahan sawah untuk mendukung produktivitas petani," tambahnya.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Zulkifli Hasan, yakin bahwa Indonesia akan mencapai swasembada pangan jika tren positif ini berlanjut. "Stok beras nasional saat ini 3 juta ton. Jika kondisi normal, kita tidak perlu impor beras lagi pada tahun 2026," kata Menko Zulhas.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa produksi gabah nasional hingga April 2025 mencapai 13,9 juta ton, sementara kebutuhan beras bulanan sekitar 2,6 juta ton. "Ini menunjukkan surplus pangan yang signifikan," tutup Menko Zulhas.
Kegiatan tanam serentak ini dilaksanakan secara hybrid di 14 provinsi, termasuk Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat, melibatkan ribuan petani dan penyuluh lapangan.
