News

PSM Makassar Menang Banding, Sanksi Kalah WO dan Pengurangan Poin Dibatalkan Komite Banding PSSI

Makassar (Notif.news) - PSM Makassar resmi memenangkan banding yang diajukan ke Komite Banding PSSI terkait insiden yang melibatkan 12 pemain mereka saat menghadapi Barito Putera pada 22 Desember 2024. Keputusan ini diumumkan melalui surat resmi yang diterima oleh manajemen PSM Makassar.

Manajer PSM Makassar, Muhammad Nur Fadjrin, mengungkapkan kabar baik ini dalam sesi konferensi pers via virtual pada Rabu (8/1/2025). “Kami sudah menerima surat yang menjelaskan terkait banding yang kami ajukan. Alhamdulillah, banding kami diterima,” ujarnya.

Fadjrin menambahkan bahwa sanksi yang sebelumnya dijatuhkan kepada tim berjuluk Juku Eja ini telah dibatalkan.

Sebagai informasi, PSM Makassar sebelumnya dijatuhi sanksi dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI atas insiden yang terjadi pada pertandingan melawan Barito Putera di Stadion Batakan, Balikpapan, Kalimantan Timur. PSM diberi hukuman kalah WO 3-0, pengurangan tiga poin, serta denda sebesar Rp90 juta. Sanksi ini diberikan karena insiden yang melibatkan 12 pemain PSM pada laga tersebut.

Namun, setelah melalui proses banding, Komite Banding PSSI mengeluarkan keputusan melalui Surat Keputusan (SK) Komite Banding Nomor 003/KEP/KB/BRI-LIGA 1/I/2025. Dalam surat tersebut, Komite Banding menyatakan, “Menerima permohonan banding yang diajukan oleh klub PSM Makassar untuk seluruhnya.”

Dengan diterimanya banding ini, sanksi yang diberikan oleh Komite Disiplin PSSI kepada PSM Makassar secara resmi dibatalkan.

Fadjrin menegaskan bahwa dengan dibatalkannya sanksi tersebut, hasil pertandingan melawan Barito Putera tetap sah dan kemenangan 3-2 untuk PSM Makassar kembali diakui.

“Kemenangan kembali ke kami, pemain yang mencetak gol seperti Nermin Haljeta dan Aloisio Neto kembali tercatat dan dianggap sah,” ujar Fadjrin.

Selain itu, ia juga menyebutkan bahwa tiga poin yang sebelumnya dicabut kini kembali menjadi milik PSM Makassar. “Semua sanksi yang diberikan kepada PSM pun dibatalkan, dan keadaan kembali seperti sebelumnya,” tambahnya.

Keputusan ini disambut baik oleh para suporter PSM Makassar, yang sebelumnya merasa kecewa dengan keputusan Komite Disiplin PSSI yang mengesampingkan kemenangan tim mereka dalam laga tersebut. Kini, dengan dibatalkannya seluruh sanksi, PSM Makassar kembali memperoleh tiga poin yang sangat berharga dalam upaya mereka mengejar posisi puncak klasemen Liga 1 2024.

Fadjrin juga mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh para suporter dan pihak-pihak yang telah mendampingi PSM Makassar dalam proses banding ini. “Kami berterima kasih kepada semua pihak yang mendukung kami dalam proses ini. Kami berharap PSM bisa kembali fokus pada pertandingan-pertandingan selanjutnya,” ungkapnya.

Meski keputusan banding telah diterima, Fadjrin menegaskan bahwa PSM Makassar tetap menghormati setiap keputusan yang dikeluarkan oleh PSSI, termasuk Komite Disiplin dan Komite Banding.

“Kami selalu berusaha untuk bermain sesuai aturan dan menjaga integritas sebagai tim. Namun, kami bersyukur keputusan ini mengembalikan hak-hak yang sebelumnya dirampas dari kami,” ujar Fadjrin.

Dengan dibatalkannya sanksi tersebut, PSM Makassar kini kembali memperkuat posisi mereka dalam persaingan Liga 1 2024. Mereka berharap kemenangan dalam pertandingan berikutnya dapat membawa tim semakin dekat menuju gelar juara. “Kami akan terus berjuang dan memberikan yang terbaik untuk tim ini,” tutup Fadjrin.

Keputusan Komite Banding PSSI ini menjadi akhir dari polemik yang sempat menghangatkan jagat sepak bola Indonesia. Kini, PSM Makassar dapat melanjutkan perjuangan mereka di kompetisi tanpa beban akibat sanksi yang sebelumnya diberikan. Dengan semangat baru, tim yang bermarkas di Makassar ini siap menghadapi tantangan-tantangan selanjutnya di Liga 1. (*)