Makassar (Notif.news) – Tim PSM Makassar menegaskan tidak bersalah dalam insiden yang melibatkan 12 pemain mereka saat menghadapi Barito Putera pada laga yang digelar beberapa waktu lalu. Insiden tersebut berujung pada sanksi dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI yang mengurangi tiga poin dari PSM Makassar dan memberikan kemenangan kepada Barito Putera dengan skor WO 3-0.
Namun, meskipun sanksi telah dijatuhkan, dua wasit yang bertugas dalam pertandingan tersebut mengakui adanya kesalahan dan kelalaian mereka dalam menangani insiden itu. Kedua wasit tersebut menyatakan bahwa insiden yang terjadi adalah akibat dari kesalahan komunikasi antara wasit tengah dan wasit cadangan yang menyebabkan 12 pemain PSM Makassar berada di lapangan pada saat yang bersamaan.
Manajer PSM Makassar, Muhammad Nur Fajrin, memberikan penjelasan terkait insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa timnya tidak melanggar regulasi yang ada dan insiden ini merupakan masalah teknis yang seharusnya menjadi tanggung jawab perangkat pertandingan. "Kami tidak melanggar regulasi. Ini murni masalah teknis yang seharusnya menjadi tanggung jawab perangkat pertandingan," ujar Fajrin dalam konferensi pers secara online, Kamis (2/1/2025).
Berdasarkan penjelasan ini, PSM Makassar merasa bahwa keputusan Komdis tidak sepenuhnya adil. Oleh karena itu, pihak klub memutuskan untuk mengajukan banding terhadap keputusan tersebut. "Atas putusan ini, PSM telah melakukan banding. Kami mempertanyakan putusan ini di mana bukti-bukti PSM melakukan pelanggaran," lanjut Fajrin.
Fajrin juga menambahkan bahwa dalam sidang Komdis PSSI, semua pihak yang terlibat, termasuk pelatih kepala Bernardo Tavares, pelatih Rahmad Darmawan, panitia pelaksana (panpel), dan perangkat pertandingan, turut memberikan keterangan. "Tidak ada satupun yang mengatakan jika kejadian itu karena kesalahan PSM," tegas Fajrin.
PSM Makassar berharap agar proses banding dapat membawa hasil yang lebih adil, mengingat timnya merasa tidak bertanggung jawab atas insiden tersebut. Insiden ini sendiri cukup menghebohkan, mengingat melibatkan jumlah pemain yang lebih banyak dari yang seharusnya berada di lapangan, yang mengakibatkan terjadinya pelanggaran teknis.
Dengan adanya banding ini, PSM Makassar berharap dapat memperbaiki keputusan yang merugikan mereka, terutama mengingat adanya pengakuan dari wasit yang terlibat tentang kelalaian dalam pertandingan tersebut. Tim berharap agar kejadian ini tidak terulang dan bahwa keputusan yang diambil oleh Komdis dapat lebih mempertimbangkan semua aspek yang ada. (*)
