Notif.news - Razman Nasution, rekan sesama pengacara, menegaskan bahwa meninggalnya Alvin Lim bukan disebabkan oleh prosedur cuci darah yang dilakukan pada hari Minggu, 5 Januari 2025. Razman memberikan klarifikasi tersebut saat ditemui di Rumah Duka Grand Heaven, Jakarta Utara, pada hari yang sama, mengungkapkan bahwa Alvin Lim sudah menjalani cuci darah pada hari Sabtu, 4 Januari 2025, dan bukan pada hari Minggu, seperti yang sebelumnya diberitakan.
“Dan saya tadi menanya, saya tanya, apa sakit beliau. Dan tadi dijelaskan bahwa, tadi pagi posisinya drop,” kata Razman Nasution saat memberikan keterangan mengenai kondisi kesehatan Alvin Lim sebelum kepergiannya.
Razman menjelaskan bahwa kondisi Alvin Lim semakin memburuk pada hari Minggu pagi, dan bukan disebabkan oleh tindakan medis pada hari itu.
Razman Nasution lebih lanjut menjelaskan bahwa Alvin Lim memang telah menjalani prosedur cuci darah secara rutin karena penyakit gagal ginjal yang dideritanya. “Jadi dalam seminggu itu, kalau saya tidak salah, tiga atau empat kali beliau cuci darah. Dan ternyata Tuhan berkehendak lain,” lanjut Razman, yang menegaskan bahwa kondisi Alvin Lim sudah menurun drastis pada pagi hari sebelum kepergiannya.
Penyakit gagal ginjal yang diderita Alvin Lim memang sudah berlangsung cukup lama dan mengharuskan dirinya untuk menjalani prosedur cuci darah secara berkala. Dalam kesempatan tersebut, Razman menambahkan bahwa pada hari Senin, 6 Januari 2025, keluarga Alvin Lim dijadwalkan untuk mendapatkan hasil pemeriksaan dari dokter terkait kemungkinan pencangkokan ginjal.
“Besok itu kan Senin. Besok itu seharusnya, menurut keterangan keluarganya, itu hasil dari dokter Cina, itu besok. Apakah dia dapat melakukan cangkok atau tidak,” kata Razman menjelaskan rencana medis yang telah dijadwalkan sebelumnya.
Menurut Razman, kondisi Alvin Lim memburuk bukan karena prosedur cuci darah yang dilakukan pada Sabtu, melainkan karena komplikasi dari infeksi yang terjadi di saluran urine yang semakin parah. “Karena infeksi di saluran urine. Cuci darahnya. Dan mereka memang disuruh pulang oleh dokternya, menunggu hasil besok,” ujar Razman.
Keluarga Alvin Lim sempat menerima saran dari dokter untuk membawa Alvin pulang setelah prosedur cuci darah pada Sabtu, 4 Januari 2025, dan menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut yang dijadwalkan pada hari Senin. Namun, kondisi Alvin Lim terus memburuk dan pada pagi hari, beliau mengalami penurunan kondisi yang signifikan hingga akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit Mayapada di Tangerang.
“Jadi ternyata tadi pagi, dia drop. Dia drop, kemudian makin kelihatan tidak berdaya, oleh pihak keluarga dibawa ke rumah sakit Mayapada. Dibawa ke rumah sakit Mayapada, dan meninggalnya di rumah sakit Mayapada,” pungkas Razman Nasution, mengungkapkan bahwa Alvin Lim menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit tersebut.
Kematian Alvin Lim, seorang pengacara yang dikenal karena keberaniannya menangani kasus-kasus besar dan kontroversial, tentu menjadi kabar yang mengejutkan bagi banyak orang. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kolega, dan masyarakat yang mengenalnya sebagai sosok yang berani memperjuangkan keadilan, terutama dalam kasus-kasus yang sering kali menjadi sorotan publik.
Selain memberikan klarifikasi mengenai penyebab kematian, Razman Nasution juga menyampaikan rasa duka cita mendalam atas kehilangan rekan sejawatnya tersebut. Alvin Lim, yang selama ini dikenal sebagai pengacara yang vokal dan berani, akan selalu dikenang atas dedikasinya terhadap profesi hukum di Indonesia.
Sebagai pengacara, Alvin Lim banyak terlibat dalam berbagai kasus besar, salah satunya adalah kasus Agus Salim yang terkait dengan donasi Rp 1,5 miliar, serta sejumlah kasus besar lainnya yang melibatkan nama-nama besar dan perusahaan ternama. Karya dan dedikasinya dalam membela klien-kliennya telah membuatnya dihormati di kalangan rekan sejawat maupun masyarakat.
Kepergian Alvin Lim menjadi kehilangan besar bagi dunia hukum Indonesia, namun warisan yang ia tinggalkan dalam perjuangannya untuk keadilan akan selalu dikenang. Kini, keluarga dan rekan-rekan Alvin Lim mempersiapkan pemakaman dan memberikan penghormatan terakhir kepada sang pengacara.
Meski berjuang dengan penyakit serius, Alvin Lim terus menunjukkan komitmennya terhadap dunia hukum, bahkan pada saat-saat terakhirnya. Dedikasi yang ia tunjukkan, serta keberaniannya dalam menghadapi tantangan medis dan profesional, menjadikannya sosok yang tak terlupakan bagi banyak orang. (*)
