MAKASSAR, Notif.News – Anggota DPRD Kota Makassar dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), H. Irwan Hasan, kembali melanjutkan agenda Reses Kedua Masa Persidangan Kedua Tahun Sidang 2025/2026. Memasuki titik ketujuh, legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) V ini hadir di tengah masyarakat Kelurahan Lette, tepatnya di Jl. Rajawali 2 No. 104, RT 01/RW 02, Kecamatan Mariso, Jumat (13/02/2026).
Pertemuan yang berlangsung khidmat ini menjadi ruang bagi warga dan pemerintah setempat untuk menyampaikan kebutuhan mendesak di wilayah pesisir tersebut. Dalam dialog ini, isu kesehatan masyarakat dan fasilitas pendukungnya menjadi topik utama yang mengemuka sejak awal acara dimulai.
Lurah Lette yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menyampaikan aspirasi strategis mengenai perlunya penambahan fasilitas Posyandu. Ia meminta bantuan legislator agar pemerintah kota dapat membangun gedung Posyandu di beberapa wilayah Kelurahan Lette yang selama ini belum memiliki fasilitas tersebut secara mandiri.
Menurut Lurah, ketersediaan gedung Posyandu sangat penting untuk mendukung program kesehatan ibu dan anak di tingkat dasar. Selama ini, kegiatan pemantauan kesehatan balita dan lansia masih sering menumpang di rumah warga atau fasilitas umum lainnya yang kurang representatif.

Menanggapi permintaan tersebut, H. Irwan Hasan memberikan respons positif dan menegaskan komitmennya. Ia menyatakan bahwa usulan pembangunan Posyandu akan menjadi atensi khusus bagi dirinya untuk diperjuangkan dalam pembahasan anggaran bersama dinas terkait di parlemen.
Irwan menilai, infrastruktur kesehatan di tingkat kelurahan adalah ujung tombak dalam menciptakan masyarakat yang sehat dan produktif. Ia berjanji akan membantu mengawal proses pengusulan lahan hingga realisasi bangunan fisik agar warga Lette memiliki fasilitas kesehatan yang layak.
Selain masalah fisik bangunan, persoalan jaminan kesehatan nasional juga menjadi sorotan. Dalam kesempatan itu, Lurah Lette memberikan edukasi sekaligus meminta informasi terkait banyaknya Kartu Indonesia Sehat (KIS) milik warga yang tiba-tiba dinonaktifkan oleh sistem.
Lurah menjelaskan informasi yang diterimanya bahwa kepesertaan KIS yang ditanggung pemerintah rentan dinonaktifkan secara otomatis jika tidak digunakan untuk mengakses layanan kesehatan selama tiga bulan berturut-turut. Hal ini seringkali baru disadari warga saat kondisi darurat medis terjadi.
Oleh karena itu, pihak kelurahan mengimbau warga agar rutin melakukan pengecekan status kartu dan menggunakan KIS tersebut untuk pemeriksaan kesehatan berkala di Puskesmas. Tujuannya agar status kepesertaan tetap aktif dan bisa digunakan sewaktu-waktu saat dibutuhkan.
H. Irwan Hasan pun menambahkan bahwa dirinya akan berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan dan Dinas Sosial untuk memperjelas mekanisme penonaktifan tersebut. Ia ingin memastikan tidak ada warga yang kehilangan hak kesehatannya hanya karena masalah teknis administratif.
Persoalan infrastruktur lingkungan juga tidak luput dari perhatian. Warga Jl. Rajawali 2 mengeluhkan kondisi drainase yang mulai tersumbat oleh sampah dan sedimen tanah. Mereka mendesak agar pemerintah segera melakukan pengerukan secara menyeluruh untuk mencegah terjadinya luapan air.
Warga khawatir, jika pengerukan drainase tidak segera dilakukan, potensi munculnya penyakit lingkungan dan banjir rob akan semakin tinggi. Mengingat wilayah Lette berada di dekat area pesisir, kelancaran aliran air pembuangan menjadi hal yang sangat krusial bagi kenyamanan pemukiman.
Uniknya, warga juga menyampaikan kebutuhan sosial yang sangat mendasar, yakni bantuan kain kafan. Masyarakat berharap pemerintah atau pihak legislatif dapat memfasilitasi ketersediaan perlengkapan pengurusan jenazah di tingkat RW guna meringankan beban warga yang sedang berduka.
Mendengar hal tersebut, Irwan Hasan mencatat permintaan tersebut sebagai bagian dari tanggung jawab sosialnya. Ia berkomitmen untuk selalu hadir dalam setiap aspek kebutuhan masyarakat, baik yang bersifat pembangunan fisik maupun kebutuhan sosial yang menyentuh langsung sisi kemanusiaan.
Sepanjang kegiatan, suasana interaksi antara legislator dan warga terjalin dengan sangat akrab. Irwan Hasan tampak telaten mencatat setiap keluhan dan sesekali memberikan penjelasan mengenai prosedur pemerintahan dalam merespons usulan dari tingkat bawah.
Kegiatan reses titik ketujuh ini diakhiri dengan doa bersama dan harapan besar dari warga agar apa yang telah disuarakan segera mendapatkan tindak lanjut nyata. Legislator PPP ini berjanji akan terus mengawal laporan reses ini hingga ke meja pimpinan daerah.
Hingga acara usai, masyarakat Kelurahan Lette tampak antusias dan merasa dihargai karena wakil rakyat mereka mau turun langsung mendengar persoalan-persoalan yang bersifat teknis hingga kebutuhan sosial di lorong-lorong pemukiman. (*)
