DPRD MAKASSAR

Reses di Kelurahan Mariso, Irwan Hasan Tekan Optimalisasi Armada Sampah dan Edukasi Sistem Desil Bansos

MAKASSAR, Notif.News – Anggota DPRD Kota Makassar dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), H. Irwan Hasan, kembali menyapa konstituennya dalam agenda Reses Kedua Masa Persidangan Kedua Tahun Sidang 2025/2026. Memasuki titik kedelapan, legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) V ini menemui warga di Jl. Nuri Lr. 301, RT 04/RW 03, Kelurahan Mariso, Kecamatan Mariso, pada Jumat (13/02/2026).

Pertemuan yang berlangsung di area pemukiman padat tersebut menjadi wadah bagi warga untuk mengadukan persoalan krusial di lingkungan mereka. Isu utama yang mencuat adalah masalah kebersihan, di mana warga mengeluhkan armada pengangkutan sampah yang kinerjanya dinilai belum maksimal dalam melayani lorong-lorong warga.

Menanggapi hal tersebut, H. Irwan Hasan menyoroti pentingnya komunikasi dua arah. Ia menilai, seringkali terjadi sumbatan informasi antara warga dan pengurus RT/RW setempat. Menurutnya, koordinasi yang baik adalah kunci agar persoalan sampah di tingkat lingkungan dapat segera teratasi.

"Saya meminta warga agar setiap permasalahan lingkungan, khususnya pengangkutan sampah, dikomunikasikan dengan baik kepada RT atau RW. Dengan begitu, pengurus setempat bisa segera berkoordinasi ke pihak kelurahan atau dinas terkait untuk mencari solusi cepat," ujar Irwan di hadapan warga.

Selain masalah kebersihan, isu bantuan sosial (bansos) menjadi perbincangan hangat. Banyak warga yang mengaku bingung dengan mekanisme penentuan penerima bantuan yang saat ini menggunakan sistem pengelompokan tingkat kesejahteraan keluarga atau yang dikenal dengan istilah "Desil".

Irwan Hasan pun memberikan penjelasan mendalam mengenai sistem Desil ini. Ia memaparkan bahwa Desil merupakan kategori tingkat kesejahteraan (1 hingga 10) yang digunakan Kementerian Sosial (Kemensos) untuk menentukan siapa yang berhak menerima berbagai macam program bantuan pemerintah.


Dalam penjelasannya, Irwan merinci bahwa Desil 1 sampai 3 merupakan prioritas utama untuk mendapatkan bantuan sosial reguler. Sementara itu, Desil 4 masih berpeluang mendapatkan bantuan tertentu, sedangkan Desil 5 dan 6 hanya bisa mendapatkan bansos dalam kondisi-kondisi khusus yang sangat spesifik.

Persoalan muncul karena penentuan lolos atau tidaknya seseorang sebagai penerima bantuan sepenuhnya merujuk pada database yang telah terintegrasi di pusat. Hal inilah yang seringkali memicu kecemburuan sosial atau kebingungan di tingkat masyarakat bawah jika data tersebut tidak sinkron dengan kondisi lapangan.

Oleh karena itu, masyarakat di Kelurahan Mariso mendesak agar dinas terkait, dalam hal ini Dinas Sosial, segera melakukan sosialisasi secara masif. Warga membutuhkan pemahaman yang utuh agar tidak terjadi salah paham mengenai kategori kesejahteraan yang mereka sandang di dalam sistem.

Irwan berjanji akan membawa aspirasi ini ke meja legislatif untuk mendesak pemerintah kota melakukan validasi data secara berkala. Ia ingin memastikan bahwa database yang digunakan benar-benar mencerminkan kondisi ekonomi riil warga agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran.

Di sisi lain, politisi PPP ini juga membawa misi pemberdayaan melalui program Urban Farming. Ia mengajak pengurus RT, RW, dan seluruh warga untuk kembali menghidupkan program pertanian perkotaan di lorong-lorong mereka sebagai solusi ketahanan pangan keluarga.

Program Urban Farming yang ditawarkan bukan sekadar menanam, melainkan sistem terintegrasi yang menggabungkan budidaya sayuran, budidaya ikan, hingga pengolahan sampah rumah tangga. Program ini dinilai sangat relevan dengan kondisi pemukiman padat di Kecamatan Mariso.

"Tujuannya adalah meningkatkan kemandirian pangan warga dan mengurangi volume sampah rumah tangga. Jika ini dijalankan dengan konsisten, warga bisa memanen sayur dan ikan sendiri di depan rumah, ini sangat bermanfaat untuk ekonomi keluarga," tambahnya.

Kegiatan reses di Jl. Nuri ini berlangsung dinamis dengan banyaknya warga yang mengajukan pertanyaan seputar verifikasi data bansos. Irwan Hasan melayani setiap pertanyaan dengan santun, sambil mencatat semua poin keluhan untuk dijadikan bahan laporan resmi fraksi.

Kehadiran tokoh masyarakat dan warga dalam jumlah yang cukup banyak menunjukkan besarnya harapan mereka terhadap sosok Irwan Hasan. Warga berharap, melalui suara sang legislator di parlemen, perbaikan pelayanan publik di Kelurahan Mariso dapat segera dirasakan dampaknya.

Sebagai penutup, Irwan Hasan menyampaikan apresiasi atas keterbukaan warga dalam berdialog. Agenda reses titik kedelapan ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk menjaga kebersihan lorong dan memperkuat kerukunan antarwarga di wilayah Kecamatan Mariso. (*)