DPRD MAKASSAR

Reses Hj. Umiyati (PPP) di Karuwisi Utara: Masyarakat Soroti Infrastruktur, Pendidikan, Hingga Sampah

MAKASSAR, NOTIF.NEWS – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Hj. Umiyati, S.Kom., menutup rangkaian kegiatan Reses Masa Sidang Ketiga Tahun Sidang 2024/2025 di titik keenam. Pertemuan kali ini dilaksanakan di JL. Barawaja Lorong 2 No. 9, Kelurahan Karuwisi Utara, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, pada Sabtu, 21 Juni 2025, pukul 13.30 WITA.

Antusiasme warga Kelurahan Karuwisi Utara terpancar jelas dengan kehadiran mereka yang memenuhi lokasi reses. Momentum ini jadi kesempatan berharga bagi masyarakat untuk secara langsung menyampaikan berbagai aspirasi, keluhan, dan harapan mereka kepada wakilnya di parlemen, memastikan suara mereka didengar dan dipertimbangkan dalam perumusan kebijakan kota.

Hj. Umiyati membuka sesi dialog dengan mengucapkan terima kasih atas partisipasi aktif warga. Ia menjelaskan bahwa reses adalah agenda penting untuk menjaring aspirasi dari akar rumput, memastikan kebijakan yang lahir dari DPRD benar-benar relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Sejumlah poin penting menjadi sorotan utama dalam reses kali ini. Salah satu aspirasi krusial yang mencuat datang dari Ketua RT 001/RW 002. Ia menyoroti kondisi jalan masuk lorong dan drainase yang sangat memprihatinkan. Menurutnya, area tersebut sering kali terendam banjir setiap kali hujan deras mengguyur.

"Jalan masuk lorong dan drainase kami sangat butuh perbaikan, Ibu Dewan. Setiap hujan deras, air pasti meluap dan menggenangi lorong, sangat mengganggu aktivitas warga," jelas Ketua RT, menyoroti masalah yang menjadi keluhan rutin warga. Kondisi ini tentu menghambat mobilitas dan kenyamanan warga setempat.

Selain perbaikan infrastruktur dasar, Ketua RT juga mengusulkan pengadaan CCTV di lorong. Permintaan ini mencerminkan meningkatnya kepedulian warga terhadap keamanan lingkungan mereka. Kehadiran CCTV diharapkan dapat membantu mencegah tindak kriminalitas dan memberikan rasa aman bagi penghuni lorong.

Menanggapi aspirasi terkait infrastruktur dan keamanan, Hj. Umiyati menegaskan akan membawa usulan ini ke dalam rapat kerja komisi terkait di DPRD. Ia berjanji akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar untuk meninjau kemungkinan perbaikan drainase, jalan, serta pemasangan CCTV.

Aspirasi penting lainnya datang dari Maria, yang memohon bantuan sekolah untuk anak-anak tidak mampu. Ia menyampaikan bahwa banyak keluarga di wilayahnya kesulitan membiayai pendidikan anak-anak mereka. Maria berharap pemerintah kota dapat menyediakan program bantuan yang lebih merata dan mudah diakses.

Selain itu, Maria juga mempertanyakan mengenai program "sampah gratis" yang dijanjikan namun belum berjalan. Ia berharap ada kejelasan mengenai implementasi program ini, karena warga sangat menantikan layanan pengelolaan sampah yang lebih baik dan terjangkau.

Hj. Umiyati merespons bahwa ia akan menindaklanjuti aspirasi terkait bantuan pendidikan dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial Kota Makassar. Ia juga berjanji untuk mencari informasi lebih lanjut mengenai status program "sampah gratis" dan mendorong agar program tersebut dapat segera direalisasikan demi kebersihan lingkungan.

Selanjutnya, Ruslan menyampaikan dua aspirasi krusial yang menyentuh langsung kebutuhan dasar dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ia meminta pengadaan MCK (Mandi, Cuci, Kakus) umum di wilayah tersebut. Menurutnya, ketersediaan MCK yang memadai sangat vital untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan warga.

"Kami sangat membutuhkan MCK umum, Ibu Dewan. Fasilitas ini sangat penting untuk kebersihan dan kesehatan kami sehari-hari," tutur Ruslan, menjelaskan kebutuhan dasar yang belum terpenuhi di lingkungannya.

Ruslan juga mengutarakan permohonan bantuan biaya kuliah bagi keluarga yang kurang mampu. Ia berharap ada program beasiswa atau subsidi pendidikan tinggi yang dapat membantu anak-anak dari keluarga tidak mampu untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang universitas, sehingga dapat memutus mata rantai kemiskinan.

"Kalau bisa, ada bantuan biaya kuliah untuk anak-anak kami yang kurang mampu. Kami ingin mereka bisa mengenyam pendidikan tinggi agar masa depan mereka lebih baik," harap Ruslan, menunjukkan visi jauh ke depan untuk generasi muda.

Hj. Umiyati menyatakan akan menampung dan memperjuangkan aspirasi mengenai pengadaan MCK dan bantuan biaya kuliah ini. Ia berkomitmen untuk mengoordinasikannya dengan dinas terkait, serta mencari berbagai sumber pendanaan dan program yang dapat mendukung terwujudnya kebutuhan tersebut.

Reses Hj. Umiyati di Karuwisi Utara ini menjadi penutup yang padat aspirasi dalam rangkaian Masa Sidang Ketiga. Berbagai masukan dari masyarakat, mulai dari perbaikan infrastruktur, peningkatan keamanan, bantuan pendidikan, hingga fasilitas dasar, akan menjadi bekal penting bagi Hj. Umiyati dalam menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat di DPRD Kota Makassar, demi kemajuan dan kesejahteraan warga. (*)