JAKARTA, Notif.news– Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menanggapi polemik hak cipta dan royalti lagu yang belakangan ini meresahkan para pemilik usaha. Ia meminta pemerintah untuk segera membuat aturan yang tidak menyulitkan pelaku usaha.
"Kami sudah minta Kementerian Hukum dan LMK-LMK (Lembaga Manajemen Kolektif) untuk juga kemudian membuat aturan yang tidak menyulitkan," kata Dasco dalam keterangan pers, Selasa (5/8/2025).
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa saat ini pihaknya tengah menggulirkan revisi Undang-Undang Hak Cipta di Komisi X DPR RI. Aturan yang lebih rinci mengenai mekanisme royalti diharapkan akan tertuang dalam revisi tersebut.
Keresahan para pemilik kafe dan restoran ini dipicu oleh kekhawatiran mereka akan sanksi hukum karena memutar lagu di tempat usaha. Kekhawatiran ini semakin meningkat setelah salah satu restoran harus berhadapan dengan hukum terkait masalah royalti.
Ketua Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN), Dharma Oratmangun, menyadari fenomena tersebut. Menurutnya, ketakutan ini berawal dari pemahaman yang keliru tentang penggunaan suatu karya cipta.
"Saya harus sampaikan bahwa ada pemahaman yang keliru terhadap penggunaan karya cipta lagu. Ataupun maupun musik yang digunakan di kafe atau hotel dan restoran," ujar Dharma.
Polemik UU Hak Cipta pernah mencuat dalam kasus rumah makan Mie Gacoan di Bali. Pihak LMK Sentra Lisensi Musik Indonesia (SELMI) melaporkan rumah makan tersebut karena dugaan pelanggaran hak cipta.
Direktur PT Mitra Bali Sukses, I Gusti Ayu Sasih Ira, bahkan ditetapkan sebagai tersangka karena diduga memutar musik tanpa izin sejak 2022.
Kasus ini menjadi salah satu pemicu munculnya ketidakpastian hukum bagi para pengusaha.
Dasco berharap, revisi UU Hak Cipta dapat menjadi solusi yang adil bagi musisi maupun pelaku usaha, sehingga tidak ada lagi pihak yang dirugikan.
Selain itu, Dasco juga menyinggung gugatan sejumlah musisi ke Mahkamah Konstitusi (MK) untuk mengubah beberapa pasal terkait pembayaran royalti. Ini menunjukkan bahwa persoalan hak cipta menjadi isu yang kompleks dan mendesak untuk diselesaikan.
