DPRD MAKASSAR

Sakti! Dinsos Makassar Sulap Kendaraan Tua Jadi Armada Sosial, Fraksi PKB Beri Jempol

MAKASSAR, Notif.News – Fraksi PKB DPRD Kota Makassar mengapresiasi langkah inovatif Dinas Sosial (Dinsos) yang menyulap aset kendaraan lama menjadi armada operasional penjangkauan lapangan. Langkah ini dinilai sebagai terobosan cerdas dalam menghadirkan solusi layanan sosial tanpa harus membebani anggaran daerah dengan pengadaan unit baru.

Ketua Fraksi PKB DPRD Makassar, Andi Makmur Burhanuddin, memuji keberanian pemerintah dalam mengoptimalisasi aset idle (tidak terpakai). Armada ini diproyeksikan untuk memperkuat penanganan anak jalanan, distribusi bantuan sosial, hingga efektivitas kegiatan sosial di berbagai pelosok kota.

"Kami melihat ini gagasan positif. Pemanfaatan aset lama menjadi kendaraan operasional menunjukkan kemauan pemerintah menghadirkan solusi nyata bagi pelayanan publik," ujar Andi Makmur, Selasa (10/2/2026).

Meski memuji, legislator Komisi A ini memberikan catatan kritis agar armada tersebut tidak sekadar menjadi "pajangan inovasi". Ia menekankan pentingnya indikator kinerja yang jelas untuk mengukur sejauh mana kendaraan tersebut mempercepat penyelesaian masalah sosial di lapangan.

Kesiapan teknis juga menjadi sorotan utama Fraksi PKB. Mengingat armada yang digunakan adalah aset lama, perawatan terencana wajib dilakukan agar kendaraan tidak mengalami kendala teknis yang justru bisa menghambat layanan kepada kelompok masyarakat rentan.

Andi Makmur mengingatkan bahwa esensi pelayanan sosial harus tetap berpihak pada nilai kemanusiaan. Keberadaan armada baru ini diharapkan menjadi jembatan untuk mendekatkan solusi pemerintah kepada warga, bukan malah menciptakan jarak administratif.

Fraksi PKB berharap inovasi efisiensi anggaran ini diintegrasikan ke dalam kebijakan sosial jangka panjang. Sinergi antara pemanfaatan aset dan dampak sosial yang nyata menjadi kunci keberhasilan tata kelola pemerintahan yang profesional dan akuntabel.

Langkah Dinsos ini diharapkan menjadi pemantik bagi OPD lain di Makassar untuk lebih kreatif dalam mengelola aset daerah. Dengan perawatan yang baik, kendaraan bekas tersebut diyakini mampu menunjang mobilitas petugas dalam merespons aduan masyarakat secara cepat.

Terobosan ini sekaligus membuktikan bahwa keterbatasan anggaran bukan penghalang untuk meningkatkan kualitas layanan. Kini, publik menanti efektivitas armada "daur ulang" tersebut dalam menekan angka persoalan sosial di Kota Daeng secara signifikan. (*)