JAKARTA, Notif.News – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Makassar berhasil mengukir sejarah dengan meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Penghargaan prestisius dari Kementerian PAN-RB ini menjadi bukti nyata transformasi birokrasi di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin.
Menteri PANRB, Rini Widyantini, menyerahkan langsung penghargaan tersebut kepada Kepala DPM-PTSP Makassar, Mario Said, dalam ajang SAKIP dan Zona Integritas Award 2025 di Jakarta, Rabu (11/2/2026). Capaian ini menempatkan Makassar sebagai instansi dengan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.
Menteri Rini menegaskan bahwa apresiasi ini diberikan kepada instansi yang mampu membuktikan komitmen nyata dalam pencegahan korupsi. Melalui evaluasi SAKIP dan Zona Integritas, pemerintah terus mendorong birokrasi agar semakin berdampak transparan selaras dengan visi Indonesia Emas 2045.
Mario Said mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian yang baru pertama kali diraih oleh DPM-PTSP Makassar ini. Ia menyebut keberhasilan tersebut tidak lepas dari arahan konsisten pimpinan kota yang selalu menekankan pentingnya pelayanan publik yang menjunjung tinggi integritas.
"Alhamdulillah, ini tonggak sejarah bagi kami. Penghargaan ini berkat bimbingan Wali Kota Munafri Arifuddin yang selalu mengingatkan kami untuk memberikan pelayanan terbaik dan berintegritas kepada masyarakat," ujar Mario dengan penuh bangga.
Namun, Mario menegaskan bahwa predikat WBK bukanlah akhir dari sebuah pencapaian. Baginya, status ini adalah amanah untuk terus berbenah dan melahirkan inovasi layanan yang lebih cepat, profesional, serta transparan guna menjaga kepercayaan publik yang telah terbangun.
Pihaknya berkomitmen memastikan setiap anggaran negara digunakan secara efektif demi kesejahteraan warga. Dukungan penuh dari pimpinan daerah serta pengawasan internal dari Inspektorat menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan standar pelayanan tinggi tersebut.
Penghargaan ini juga menjadi motivasi bagi seluruh jajaran pegawai untuk terus meningkatkan performa kinerja. Transformasi digital dan penyederhanaan birokrasi di sektor perizinan akan terus diperkuat sebagai bagian dari upaya mempertahankan predikat zona integritas ke depannya.
Hadir mendampingi dalam seremoni tersebut, jajaran fungsional penata kelola penanaman modal dan perizinan. Keterlibatan tim teknis dan Bagian Ortala memastikan setiap tahapan evaluasi berjalan terukur sesuai dengan ketentuan reformasi birokrasi nasional.
Mario berharap prestasi ini mampu menginspirasi OPD lainnya di Kota Makassar untuk bersama-sama mewujudkan pemerintahan yang bersih. Transparansi pelayanan publik diharapkan mampu menarik minat investasi lebih besar demi memajukan roda perekonomian di Kota Daeng.
Sebagai penutup, Mario menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Makassar yang selama ini turut mendukung perbaikan layanan. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat dinilai sebagai fondasi utama dalam menciptakan iklim birokrasi yang sehat dan bebas korupsi.
Dengan predikat WBK di tangan, DPM-PTSP Makassar kini menatap target lebih tinggi, yakni Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Komitmen "melayani dengan hati" akan terus menjadi prinsip utama dalam setiap denyut aktivitas pelayanan di kantor tersebut. (*)
