JAKARTA, Notif.news – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, melakukan kunjungan kerja strategis ke Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, Selasa (27/1/2026). Langkah ini diambil untuk memperkuat sinkronisasi kebijakan antara Pemerintah Kota Makassar dengan arah pembangunan nasional di bawah kendali pemerintah pusat.
Dalam kunjungan tersebut, Munafri disambut langsung oleh Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Otda) Kemendagri yang baru dilantik, Dr. Cheka Virgowansyah. Pertemuan ini menjadi ruang diskusi krusial mengenai penguatan tata kelola pemerintahan daerah agar lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan publik.
Munafri yang akrab disapa Appi menegaskan bahwa sinergi dengan Ditjen Otda merupakan kunci utama dalam menjalankan roda pemerintahan kota metropolitan. Ia berharap kolaborasi ini dapat memberikan dukungan regulasi yang kuat bagi pembangunan Makassar ke depan.
"Pertemuan ini bagian dari silaturahmi dan koordinasi. Makassar membutuhkan perhatian pusat agar pembangunan daerah tetap sejalan dengan koridor nasional," ujar Munafri di Kantor Kemendagri, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta.
Didampingi Kepala Bapenda dan Kabag Protokol, Wali Kota Makassar juga memberikan ucapan selamat atas posisi baru yang diemban Cheka Virgowansyah. Keduanya sepakat bahwa penguatan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi pilar utama efektivitas birokrasi.
Salah satu poin penting yang dibahas adalah percepatan transformasi digital melalui sistem e-Mutasi. Inovasi platform digital ini dirancang untuk memfasilitasi proses mutasi PNS antar daerah secara terintegrasi, cepat, dan jauh lebih akuntabel.
Kabag Protokol Setda Makassar, Andi Ardi Rahadian, menjelaskan bahwa e-Mutasi akan memangkas birokrasi yang berbelit. Dengan sistem daring, kepastian administrasi bagi ASN dapat dijamin lebih transparan sehingga tidak menghambat produktivitas kerja pegawai di lapangan.
Pemerintah Kota Makassar berkomitmen menjadikan teknologi sebagai motor penggerak efisiensi. Fokus pada peningkatan kapasitas ASN dan sistem berbasis data diharapkan mampu membuat pelayanan publik di Makassar berjalan lebih optimal dan tepat sasaran.
Sementara itu, Dirjen Otda Kemendagri Cheka Virgowansyah menyambut positif visi progresif dari Makassar. Ia menegaskan komitmen kementerian untuk terus mengawal dan mendukung penuh daerah dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan otonomi daerah.
"Kemendagri mendukung penuh peningkatan kapasitas pemerintahan agar dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat melalui pelayanan publik yang lebih efektif," ungkap Cheka Virgowansyah menanggapi diskusi tersebut.
Diskusi ini juga menyentuh aspek pengelolaan pendapatan daerah. Sebagai hub Kawasan Timur Indonesia, Makassar dinilai membutuhkan fleksibilitas regulasi yang tetap terjaga dalam bingkai koordinasi lintas kementerian yang solid.
Kunjungan kerja ini diharapkan membuahkan hasil konkret berupa percepatan berbagai program strategis di Makassar pada tahun 2026. Kehadiran pemimpin daerah di pusat secara langsung membuktikan keseriusan dalam menjemput bola kebijakan demi kemajuan daerah.
Pertemuan ditutup dengan komitmen untuk menjaga komunikasi intensif antara Pemkot Makassar dan Kemendagri. Dengan tata kelola yang lebih modern, Makassar optimis dapat menjadi role model bagi kota lain dalam hal transparansi dan inovasi birokrasi. (*)
