News

Sokong Program Presiden, Wali Kota Makassar Resmikan Dapur Gizi Gratis di Biringkanaya

MAKASSAR, Notif.News – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, resmi meluncurkan dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kelurahan Sudiang Raya, Biringkanaya, Sabtu (10/1/2026). Langkah ini menjadi tonggak penting dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan anak-anak di Kota Daeng.

Peresmian fasilitas di Biringkanaya III ini disambut rasa syukur oleh Wali Kota yang akrab disapa Appi. Ia menegaskan bahwa kehadiran SPPG merupakan misi mulia pemerintah untuk menjamin pemenuhan gizi generasi penerus bangsa agar tumbuh lebih sehat dan cerdas.

Secara khusus, Appi memberikan apresiasi kepada Syamsudin Raga beserta keluarga dan para mitra yang telah berkolaborasi membangun fasilitas tersebut. Sinergi antara pemerintah dan sektor swasta ini dinilai sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap kemanusiaan.

Wali Kota menjelaskan bahwa operasional dapur gizi ini merupakan implementasi langsung dari program prioritas Presiden RI, Prabowo Subianto. Peningkatan gizi anak-anak menjadi fokus nasional yang kini mulai diwujudkan hingga ke tingkat wilayah di Makassar.

Standar ketat diberlakukan dalam proses produksi makanan. Appi menegaskan bahwa aspek higienitas, kesehatan, dan keamanan pangan harus menjadi prioritas utama guna memastikan kualitas makanan yang diterima anak-anak tetap terjaga dengan baik.

"Standarisasi higienis harus dijalankan dengan disiplin tinggi. Kunci utama program ini adalah kualitas gizi yang tersalurkan sampai ke tangan sasaran secara tepat," ujar mantan Bos PSM Makassar tersebut di sela peresmian.

Kehadiran SPPG tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal. Dengan kapasitas produksi mencapai lebih dari 1.000 paket per hari, fasilitas ini membutuhkan pasokan bahan pangan yang masif setiap harinya.

Kebutuhan akan telur, daging, ikan, dan sayuran dalam jumlah besar membuka peluang bagi warga sekitar untuk menjadi pemasok. Hal ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi baru yang memperkuat daya beli masyarakat di Biringkanaya.

Selain rantai pasok, operasional dapur juga menyerap tenaga kerja lokal. Warga sekitar dapat terlibat langsung sebagai pegawai maupun pekerja lapangan, sehingga program ini memberikan dampak kesejahteraan yang ganda.

"Masyarakat bisa terlibat aktif, baik sebagai pemasok maupun tenaga kerja. Ini adalah peluang untuk menambah penghasilan sekaligus membantu menyalurkan gizi bagi anak-anak kita," tambah Munafri optimis.

Target utama program MBG adalah memastikan bantuan tepat sasaran kepada anak-anak yang membutuhkan. Pemerintah kota berkomitmen mengawal distribusi agar berjalan optimal dan memberikan dampak jangka panjang bagi kualitas SDM Makassar.

Munafri berharap SPPG Biringkanaya menjadi rujukan bagi wilayah lain dalam mengelola program pemenuhan gizi. Melalui kolaborasi dan keterlibatan aktif warga, Makassar siap mencetak generasi unggul yang didukung oleh asupan nutrisi yang layak. (*)