NASIONAL

Tawur Agung Kesanga di Candi Prambanan: Simbol Toleransi dan Harapan Indonesia Emas 2045

Yogyakarta (Notif.news) - Suasana khidmat memenuhi pelataran Candi Prambanan, lokasi dilaksanakannya upacara Tawur Agung Kesanga, sebuah ritual penting dalam rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi. Ribuan umat Hindu dari berbagai daerah di Indonesia hadir dalam acara tersebut.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Menteri Agama Nasaruddin Umar turut hadir, mendampingi prosesi sakral ini. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan pemerintah terhadap keberagaman tradisi keagamaan di Indonesia.

Tawur Agung Kesanga, yang dilaksanakan pada Tilem Sasih Kesanga, sehari sebelum Nyepi, bertujuan untuk menyucikan alam semesta dan memohon keseimbangan antara manusia dan lingkungan. Ritual ini juga merupakan momen introspeksi diri bagi umat Hindu.

Candi Prambanan, situs warisan dunia UNESCO, menjadi saksi bisu pelaksanaan upacara ini. Keberadaannya menegaskan peran candi sebagai simbol toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan Tawur Agung Kesanga di Candi Prambanan. Ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian candi, terutama selama musim liburan.

"Saya titip pesan kepada para kepala daerah, mohon dijaga kebersihannya selama musim liburan ini. Karena saya yakin Candi Prambanan menjadi salah satu destinasi wisata yang paling favorit selama masa liburan," ujar Wapres Gibran.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan bahwa kehadirannya merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung dan menghormati keberagaman tradisi keagamaan.

"Kehadiran kami di sini adalah wujud nyata dari semangat Bhinneka Tunggal Ika, di mana kita semua, tanpa memandang perbedaan, bersama-sama merayakan dan menghormati tradisi yang ada," tutur Menag Nasaruddin.

Upacara Tawur Agung Kesanga tahun ini mengusung tema "Manasewa, Madawasewa Mewujudkan Indonesia Emas 2045". Tema ini mencerminkan harapan umat Hindu untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa.

Rangkaian acara dimulai dengan prosesi mendak tirta, pengambilan air suci, dan dilanjutkan dengan pradaksina, mengelilingi candi searah jarum jam.

Puncak acara adalah upacara tawur agung, di mana berbagai sesaji dipersembahkan untuk menyucikan alam dan memohon keseimbangan kosmis.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menyatakan kebanggaannya atas terselenggaranya upacara ini di wilayahnya. Ia berharap perayaan Nyepi membawa berkah dan kedamaian.

Kehadiran pejabat tinggi negara dalam upacara ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga keberagaman.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan pentingnya merawat keberagaman sebagai kekuatan bangsa.

Menjelang perayaan Nyepi pada 29 Maret 2025, umat Hindu diharapkan dapat melaksanakan ibadah dengan khidmat.

Pemerintah melalui Kementerian Agama terus mendukung pelaksanaan ritual keagamaan.

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat toleransi dan kerukunan.

Momentum Nyepi diharapkan menjadi refleksi untuk hidup dalam harmoni dan membangun bangsa yang lebih baik.

Dengan semangat persatuan dalam keberagaman, Indonesia diharapkan dapat mencapai cita-cita sebagai bangsa yang besar. (*)