Makassar (Notif.news) – Pemerintah Kota Makassar berhasil mencatatkan tingkat kepuasan masyarakat yang tinggi terhadap kinerjanya selama tahun 2024, yakni mencapai 86,2 persen. Angka ini didapatkan melalui hasil Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) yang dilakukan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar, yang melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) yang fokus pada pelayanan publik.
Kepala Bappeda Kota Makassar, Andi Zulkifli Nanda, menyampaikan bahwa survei ini dilakukan oleh setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), terutama yang memiliki peran langsung dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Survei ini melibatkan SKPD yang memberikan layanan langsung kepada masyarakat, dan hasilnya menjadi catatan penting bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan,” ungkap Zulkifli dalam konferensi pers yang berlangsung pada Jumat (3/1/2025).
Zulkifli menjelaskan bahwa hasil survei ini menunjukkan kinerja yang memuaskan di banyak sektor pelayanan, dengan fokus utama pada aspek ekonomi makro. Dia menambahkan bahwa indikator-indikator ekonomi seperti tingkat kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, pengangguran terbuka, hingga penanganan masalah stunting menjadi perhatian penting bagi Pemerintah Kota Makassar.
"Ekonomi makro sangat penting. Indikator seperti tingkat kemiskinan, pengangguran terbuka, dan penanganan stunting harus menjadi prioritas yang diumumkan oleh pemerintah," tambahnya.
Pemerintah Kota Makassar juga menjadikan data-data ekonomi makro ini sebagai acuan dalam merumuskan kebijakan strategis untuk pembangunan yang berkelanjutan. Menurut Zulkifli, indikator-indikator tersebut menjadi panduan penting bagi Pemkot Makassar dalam merancang langkah-langkah kebijakan yang lebih tepat sasaran dalam menghadapi tantangan pembangunan.
Sebelumnya, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, atau yang akrab disapa Danny Pomanto, melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi Kota Makassar pada triwulan ketiga 2024 berada pada angka 5,26 persen. Angka tersebut menunjukkan adanya stabilitas ekonomi yang terus membaik. Dalam kesempatan yang sama, Danny Pomanto juga menyampaikan sejumlah kemajuan yang dicapai Makassar di berbagai sektor.
Salah satu indikator keberhasilan yang disorot adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yang mencapai angka 85,23 persen. Hal ini menempatkan Kota Makassar dalam jajaran 10 besar IPM tertinggi di Indonesia, hanya kalah dari Yogyakarta. Selain itu, Danny Pomanto juga menyoroti angka harapan hidup yang tercatat mencapai 72 tahun, serta pencapaian indeks pendidikan di angka 0,818, indeks kesehatan sebesar 0,848, dan indeks kualitas lingkungan hidup yang berada pada angka 57,53 persen.
Keberhasilan Pemkot Makassar dalam menjaga transparansi keuangan juga diapresiasi, dengan kota ini berhasil mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Hal ini mencerminkan komitmen Pemkot Makassar dalam menjaga akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan anggaran daerah.
Tak hanya itu, Danny Pomanto juga memberikan apresiasi terhadap keberhasilan Kota Makassar dalam meningkatkan indeks reformasi birokrasi yang tercatat mencapai 77,30 persen. Selain itu, Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) Makassar juga memperoleh status sangat tinggi, yang menjadi bukti keberhasilan dalam tata kelola pemerintahan yang baik dan efisien.
Wali Kota Makassar berharap agar pencapaian tersebut dapat berlanjut, dan bahkan Makassar bisa mencatatkan capaian tiga kali berturut-turut untuk LPPD. Capaian ini akan membuka peluang besar bagi Kota Makassar untuk kembali meraih penghargaan Parasamya Purnakarya Nugraha, yang menjadi simbol prestasi tertinggi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.
"Jika penghargaan ini berhasil diraih kembali, Makassar akan menjadi kota pertama di Indonesia yang mendapat penghargaan ini dua kali, yang akan menjadi tonggak sejarah dalam tata kelola pemerintahan," ujar Danny.
Danny Pomanto juga mengajak seluruh jajaran pemerintah, OPD, serta masyarakat Kota Makassar untuk terus bekerja sama dalam mewujudkan visi Kota Makassar yang lebih baik.
“Semua ini adalah hasil kerja keras dan kolaborasi kita semua, baik pemerintah, OPD, maupun masyarakat. Maka dari itu, mari kita tuntaskan masa jabatan ini dengan memberikan yang terbaik agar menjadi jariyah bagi kita semua,” ajaknya.
Dalam pernyataan penutupnya, Danny menekankan pentingnya menjaga momentum keberhasilan yang telah dicapai, dengan terus memperbaiki kinerja pemerintah serta meningkatkan kualitas pelayanan publik. Ia juga menegaskan bahwa Pemkot Makassar akan terus berupaya untuk memperkuat sektor-sektor vital, seperti pendidikan, kesehatan, dan perekonomian, demi kesejahteraan masyarakat Makassar.
Tingkat kepuasan masyarakat yang tinggi ini menjadi bukti konkret bahwa upaya Pemkot Makassar dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pembangunan kota selama tahun 2024 membuahkan hasil yang positif. Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) menjadi salah satu instrumen penting bagi pemerintah untuk menilai efektivitas program-program yang telah dijalankan, sekaligus sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan di masa yang akan datang.
Melihat capaian ini, Danny Pomanto berharap bahwa ke depan, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Pemkot Makassar akan terus meningkat, seiring dengan upaya untuk mewujudkan Makassar yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan. Program-program pembangunan yang terencana dengan baik dan diimplementasikan secara efektif diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi seluruh lapisan masyarakat Kota Makassar. (*)
