MAKASSAR, Notif.News – Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin memprioritaskan pembenahan infrastruktur di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang, Kecamatan Manggala. Langkah strategis ini diambil guna mengurai kepadatan arus kendaraan armada pengangkut sampah yang kerap memicu kemacetan panjang.
Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar telah mengalokasikan anggaran total lebih dari Rp23 miliar pada tahun 2026 untuk proyek tersebut. Anggaran ini dibagi menjadi dua fokus utama, yakni pembangunan jalan akses khusus serta penataan jalur pedestrian di sekitar kawasan TPA.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa penataan ini merupakan respons cepat atas keluhan masyarakat terkait antrean truk sampah yang mengular. Penumpukan armada ini biasanya mengalami lonjakan signifikan, terutama dalam masa fluktuasi volume sampah pasca-arus mudik.
“Kami sudah menggelar rapat bersama dinas teknis untuk merumuskan solusi jangka panjang agar proses bongkar muat sampah berjalan lancar dan berkelanjutan,” ujar Wali Kota yang akrab disapa Appi tersebut, Jumat (27/3/2026).
Rapat koordinasi tersebut melibatkan Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), Dinas PU, serta Dinas Penataan Ruang (Distaru). Sinergi lintas sektor ini diperlukan agar pembenahan kawasan TPA Antang berjalan komprehensif.
Sebagai penanganan darurat di lapangan, Pemkot Makassar juga telah menurunkan alat berat tambahan di lokasi pembuangan. Penambahan fasilitas ini terbukti efektif mempercepat proses penurunan sampah dari armada sehingga kemacetan di jalur masuk mulai terurai.
Lebih jauh, Appi menekankan pentingnya optimalisasi sistem agar TPA Antang tidak lagi sekadar menjadi lokasi pembuangan akhir konvensional. Ia mendorong transformasi kawasan menjadi pusat pengelolaan sampah yang modern, higienis, dan terintegrasi dengan baik.
“Kami tidak ingin ini hanya menjadi tempat buang sampah semata. Pengelolaannya harus ditingkatkan, mulai dari penataan zonasi, penutupan lapisan tanah (cover), hingga pengaturan ketinggian timbunan sampah,” urai politisi tersebut secara rinci.
Terkait skema besar jangka panjang seperti proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau PLTSa, Munafri mengaku terus menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah pusat. Setiap pengembangan teknologi baru harus melalui kajian matang agar sesuai regulasi.
Sementara itu, Kepala Dinas PU Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir, memaparkan rincian proyek fisik yang akan berjalan. Melalui Bidang Jalan dan Jembatan, Dinas PU menempatkan proyek kawasan Tamangapa ini sebagai salah satu program prioritas daerah.
Fokus pertama adalah pembangunan jalan akses baru TPA Tamangapa dengan pagu anggaran sebesar Rp10.631.400.000. Infrastruktur yang mencakup satu ruas jalan utama ini sedang dalam tahap finalisasi penyusunan dokumen perencanaan.
Selain jalan, Dinas PU juga mengucurkan anggaran sebesar Rp12.659.472.000 untuk penataan pedestrian yang mencakup dua ruas jalan pendukung. Pembangunan trotoar ini didesain untuk meningkatkan aspek keselamatan bagi warga dan pengguna jalan di sekitar TPA.
“Untuk penataan pedestrian senilai Rp12,65 miliar tersebut, saat ini statusnya masih dalam tahap persiapan dokumen tender pekerjaan,” jelas Zuhaelsi mengenai perkembangan progres proyek di dinasnya.
Zuhaelsi optimistis peningkatan kualitas jalan dan pedestrian ini mampu mengembalikan kelancaran mobilitas logistik persampahan kota. Penataan ini juga diharapkan dapat mengubah wajah kawasan sekitar TPA menjadi lebih tertib, aman, dan tertata rapi.
Dengan rampungnya proyek infrastruktur pendukung ini kelak, Pemkot Makassar menargetkan manajemen persampahan kota berjalan lebih optimal. Transformasi ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menjaga kenyamanan dan kebersihan lingkungan bagi warga Kota Daeng. (*)
