MAKASSAR, Notif.news – Pemerintah Kota Makassar mencatatkan lompatan besar dalam pembangunan infrastruktur sepanjang tahun 2025. Melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU), berbagai program strategis yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, seperti jalan dan sistem drainase, berhasil direalisasikan secara masif.
Fokus pembangunan di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham ini mengedepankan asas kemanfaatan langsung. Tercatat, sebanyak 105 ruas jalan utama dan penghubung antarwilayah kini telah mulus setelah melalui proses pengaspalan ulang.
Tak hanya jalan protokol, akses lingkungan pun menjadi prioritas melalui pemasangan paving block. Dinas PU merampungkan 135 ruas jalan melalui skema belanja modal, ditambah 126 ruas lainnya yang ditangani dengan cepat oleh satuan tugas (satgas) pemeliharaan.
Kepala Dinas PU Makassar, Zuhaelsi Zubir, menegaskan bahwa pencapaian ini adalah hasil kerja yang terukur. “Kami bekerja berdasarkan filosofi penyelesaian masalah secara bertahap namun konsisten agar dampaknya langsung dirasakan warga,” ujarnya, Jumat (2/1/2026).
Sektor drainase juga mendapat perhatian serius demi memitigasi banjir. Sepanjang 2025, sebanyak 32 ruas drainase baru telah dibangun dan 84 ruas lainnya direhabilitasi, menciptakan total 116 titik aliran air yang lebih lancar di kawasan padat penduduk.
Inovasi teknis juga diterapkan melalui pembuatan tali-tali air di jalan-jalan utama. Langkah ini dilakukan di titik vital seperti Jalan Ahmad Yani, Jalan Metro Tanjung Bunga, hingga Jalan Andi Djemma guna mencegah genangan merusak struktur aspal.
Upaya ini terbukti krusial dalam memperpanjang usia infrastruktur jalan. Titik rawan banjir yang menahun, seperti di Jalan Poros Paccerakkang dan kawasan Sudiang, kini mulai menunjukkan perbaikan signifikan berkat pembangunan saluran alam yang mengarah ke Sungai Balang Tonjong.
Dinas PU Makassar juga membuktikan diri sebagai instansi yang responsif terhadap keluhan publik. Sepanjang 2025, mereka menerima 408 laporan warga melalui kanal pengaduan, di mana 292 laporan di antaranya langsung ditindaklanjuti dengan aksi lapangan.
Dari total aduan tersebut, mayoritas berkaitan dengan pengerukan sedimen drainase serta perbaikan jalan lingkungan. Zuhaelsi menyebut laporan masyarakat merupakan rujukan utama dalam menentukan skala prioritas penanganan di lapangan.
Capaian ini mempertegas komitmen Pemkot Makassar dalam membangun kepercayaan publik. Program yang dijalankan tidak sekadar mengejar angka statistik, melainkan solusi nyata atas hambatan mobilitas dan masalah lingkungan yang selama ini dikeluhkan warga.
Memasuki tahun 2026, optimisme pembangunan terus dipacu dengan berbagai agenda strategis. Dinas PU telah menyiapkan proyek-proyek prestisius untuk melanjutkan tren positif pembangunan infrastruktur kota yang berkelanjutan dan merata.
Beberapa proyek besar yang siap dikerjakan tahun ini antara lain pembangunan Stadion Untia dan Makassar Government Center (MGC) Tahap II. Selain itu, akses jalan menuju TPA Tamangapa juga masuk dalam daftar prioritas perbaikan tahun ini.
“Kami optimistis pembenahan infrastruktur akan terus berjalan konsisten dan semakin dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat Makassar,” tutup Zuhaelsi dengan nada optimis. (*)
