News

Wali Kota Makassar Gaungkan Visi Kota Inklusif dan Berkelanjutan di World Cities Summit Mayors Forum Wina

Vienna, Notif.news – Dalam upaya memperkuat peran Kota Makassar di kancah internasional, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menghadiri World Cities Summit Mayors Forum (WCSMF) 2025 yang digelar di Vienna, Austria. Kehadiran ini menegaskan komitmen Makassar dalam menghadapi tantangan perkotaan global.

Pada forum bergengsi ini, Munafri secara aktif menggaungkan visi Makassar sebagai kota yang inklusif, berkelanjutan, dan adaptif terhadap berbagai tantangan masa depan. Visi ini menjadi panduan dalam setiap langkah pembangunan kota.

Kehadiran orang nomor satu Kota Makassar di WCSMF 2025 merupakan langkah strategis untuk membangun jejaring kolaborasi global. Selain itu, partisipasi ini bertujuan memperkaya wawasan kebijakan perkotaan serta mempromosikan inovasi yang berpihak pada kualitas hidup seluruh warga kota.

Pada hari pertama hajatan internasional ini, tepatnya Rabu, 2 Juli 2025, waktu setempat, Wali Kota Munafri Arifuddin secara resmi mengikuti rangkaian acara WCSMF 2025. Forum ini merupakan ajang strategis bagi para kepala daerah dan pemimpin kota dari berbagai belahan dunia.

WCSMF menjadi platform penting untuk berbagi pengalaman, menggali inovasi, dan membangun kolaborasi dalam menghadapi tantangan perkotaan masa depan yang semakin kompleks. Ini adalah kesempatan untuk belajar dari praktik terbaik global.

Pada hari pertama, agenda utama yang diikuti Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, difokuskan pada SMU City Dialogues. Ini adalah platform diskusi interaktif yang membahas berbagai tantangan perkotaan serta peluang kolaborasi global.

Dalam sesi tersebut, selaku Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik. Selain itu, ia juga menekankan penguatan inovasi tata kelola serta memastikan pembangunan kota yang berorientasi pada keberlanjutan dan kenyamanan warga.

“Kehadiran kami di forum ini merupakan bagian dari upaya memperluas jejaring kerja sama antar kota dunia,” ujar Munafri, dalam keterangan resmi yang dikutip oleh awak media di Makassar, Kamis, 3 Juli.

Menurut Munafri, forum prestisius ini menjadi wadah pertemuan kepala daerah dari berbagai negara untuk berbagi pengalaman, strategi, dan inovasi dalam mewujudkan kota yang tangguh dan berkelanjutan.

“Makassar ingin terus belajar, berbagi, dan tumbuh bersama dalam menciptakan kota yang lebih baik dan adaptif menghadapi masa depan,” tambah Munafri Arifuddin di sela-sela acara, menunjukkan semangat kolaborasi.

Dalam SMU City Dialogues, berbagai tokoh internasional turut menjadi pembicara utama, menghadirkan perspektif beragam. Mereka termasuk Kirck Arthur dari Microsoft, yang memaparkan pemanfaatan teknologi cerdas untuk mendukung efisiensi layanan kota.

Ada pula Prof. Loretta Less, Faculty Director Initiative on Cities Boston University, yang menekankan pentingnya partisipasi warga dalam proses pengambilan keputusan. Kemudian, Dr. Cathy Oke, Director Melbourne Centre for Cities University of Melbourne, yang mempresentasikan inovasi kebijakan lingkungan perkotaan.

Forum ini juga dihadiri oleh kepala daerah, pejabat pemerintah kota, pakar urban development, dan organisasi internasional dari berbagai negara. Diskusi panel yang berlangsung sepanjang hari membahas isu-isu krusial.

Isu-isu tersebut meliputi penguatan tata kelola pemerintahan kota berbasis transparansi dan akuntabilitas, serta strategi mitigasi perubahan iklim melalui kebijakan ramah lingkungan. Selain itu, dibahas pula transformasi digital untuk meningkatkan layanan publik.

Partisipasi aktif Pemerintah Kota Makassar di World Cities Summit Mayors Forum 2025 menjadi bukti keseriusan dalam menjawab tantangan perkotaan masa kini dan masa depan.

Pada kesempatan ini, Munafri Arifuddin optimistis bahwa forum ini akan membuka peluang kerja sama lebih luas. Ini termasuk dalam pengembangan teknologi perkotaan, peningkatan kapasitas SDM, dan pertukaran praktik terbaik dalam pembangunan kota berkelanjutan.

“Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi global. Kami percaya, kolaborasi dan inovasi adalah kunci mewujudkan kota-kota yang inklusif, tangguh, dan berdaya saing,” jelas Munafri.

Diketahui, World Cities Summit Mayors Forum 2025 dijadwalkan berlangsung hingga 4 Juli 2025, dengan berbagai sesi diskusi, temu wicara, dan pertemuan bilateral yang memungkinkan tiap delegasi memaparkan potensi daerah serta menjajaki peluang kemitraan strategis.

Kegiatan World Cities Summit Mayors Forum 2025 di Vienna diawali dengan sambutan hangat (welcome address) dari Presiden Singapore Management University (SMU), Prof. Lily Kong.

Dalam pidatonya, Prof. Lily Kong menegaskan komitmen SMU sebagai institusi pendidikan yang berkembang pesat dan dinamis. SMU tidak hanya berfokus pada kontribusi bagi kota Singapura, tetapi juga pada pengembangan pengetahuan global mengenai isu-isu perkotaan.

“Singapore Management University merupakan kampus yang berkembang pesat dan dinamis serta berusaha untuk memberikan nilai tambah tidak hanya bagi kota Singapura, tetapi juga berkontribusi pada studi dan pemahaman tentang kota,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan hari ini berupaya untuk meningkatkan pemahaman para pemimpin dan masyarakat tentang kota, dan untuk memberikan wawasan bagi kebijakan dan praktik perkotaan. Khususnya, di bidang infrastruktur perkotaan, pertumbuhan perkotaan, dan kehidupan perkotaan.

“Kehadiran para pemimpin kota pada City Dialogues di Vienna menjadi representasi para pengambil kebijakan tertinggi untuk mewujudkan pembangunan yang berkualitas dan berkelanjutan,” jelas Prof. Kong, mengapresiasi partisipasi para pemimpin kota. (*)