News

Wali Kota Makassar Instruksikan Pemerintah Siaga Hadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi

Makassar (Notif.news) - Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto, setelah mengikuti rapat koordinasi dengan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI, Pratikno, terkait Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi, langsung menginstruksikan seluruh perangkat pemerintah Kota Makassar untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi potensi cuaca buruk.

Dalam rapat tersebut, Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) menginformasikan adanya potensi bencana hidrometeorologi yang ditandai dengan curah hujan tinggi, yang bisa menyebabkan banjir di beberapa wilayah di Indonesia, termasuk Makassar.

"Mau tidak mau, ini adalah imbauan dari Menko PMK RI dan BMKG. Artinya, kita harus bersiap. Pemkot Makassar sudah mempersiapkan berbagai langkah antisipasi sejak sebelum banjir kemarin, seperti pemeliharaan drainase oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan pembukaan layanan aduan untuk masyarakat," ujar Wali Kota Danny, sapaan akrabnya, pada Senin, 6 Januari 2025.

Danny juga menegaskan bahwa ia telah mengarahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar untuk mempersiapkan langkah-langkah taktis jika bencana banjir kembali mengancam. Salah satunya adalah melibatkan masyarakat dalam mitigasi bencana, termasuk pelaksanaan sosialisasi dan edukasi mengenai langkah-langkah evakuasi mandiri yang perlu dilakukan warga.

"Langkah awal adalah edukasi kepada masyarakat tentang mitigasi bencana dan bagaimana cara evakuasi mandiri. Ini sudah dilakukan agar mereka bisa lebih siap saat menghadapi potensi bencana," jelas Danny.

Terkait solusi jangka panjang untuk penanganan banjir, Danny menambahkan bahwa perbaikan drainase menjadi langkah yang sangat penting. "Untuk penanganan jangka panjang, perbaikan drainase yang lebih baik adalah solusi yang harus dimaksimalkan. Pemerintah Kota akan fokus untuk meningkatkan otorisasi dan kualitas drainase," terang Danny.

Sementara itu, Kepala BMKG RI, Dwikorita Karnawati, mengungkapkan bahwa cuaca ekstrem berpotensi terjadi di beberapa wilayah di Sulawesi Selatan pada bulan Januari, khususnya antara tanggal 2 hingga 7 Januari 2025. Kota Makassar, Maros, dan Soppeng adalah beberapa daerah yang diperkirakan akan mengalami cuaca ekstrem selama periode ini.

"Di Sulsel, musim hujan puncaknya terjadi mulai Desember hingga Juni, dengan variasi di setiap wilayah. Untuk Januari, khususnya di beberapa wilayah seperti Makassar, Maros, dan Soppeng, cuaca ekstrem diperkirakan akan terjadi. Kami mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui aplikasi BMKG yang dapat diunduh di Play Store atau App Store," ungkap Dwikorita.

Instruksi Menko PMK, Pratikno, juga menguatkan kesiapan terhadap bencana hidrometeorologi, dengan menekankan pentingnya antisipasi terhadap dampak yang lebih luas, seperti tanah longsor, banjir, dan ombak tinggi yang dapat memengaruhi nelayan.

"Ini yang perlu kita antisipasi. Bukan hanya curah hujan yang tinggi, tapi juga dampak lainnya seperti tanah longsor, banjir, dan ombak tinggi. Kami telah mengadakan rapat koordinasi dengan Forkopimda Provinsi Sulawesi Selatan serta bupati dan wali kota untuk memastikan semua pihak siap. Infrastruktur, aparat, dan masyarakat harus disiagakan, termasuk dukungan logistik dan pengungsian bagi korban bencana," tutup Pratikno. (*)